Aktualita

Pemberangkatan CJH Sultra Tak Ada Kendala

RAHMAT/BKK Hj Wa Masi

RAHMAT/BKK
Hj Wa Masi

KENDARI, BKK- Persiapan pemberangkatan para Calon Jamaah Haji (CJH) dari Sulawesi Tenggara hampir dipastikan tidak akan menemui kendala. Jika semua berjalan lancar, para calon haji asal Sultra sebanyak 1.331 orang akan mulai meninggalkan Sulawesi Tenggara ke Asrama Haji Sudiang Makassar, mulai Minggu (28/8) besok, untuk selanjutnya menuju ke tanah haram.

Kepala Bidang Haji dan Umrah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, Wa Masi mengatakan, persiapan keberangkatan CJH yang paling penting adalah dokumen, terutama paspor dan visa. “Semua dokumennya mulai dari paspor dan visa para CJH itu sudah diberangkatkan oleh panitia hari ini menuju embarkasi Sudiang Makassar,” ungkap Wa Masi yang ditemui Berita Kota Kendari di ruang kerjanya, Jumat 26.
Selain dokumen, pihak Kemenag Sultra juga memastikan bahwa Asrama Haji Kendari untuk menampung CJH dari beberapa kabupaten/kota di daratan sudah siap menyambut kedatangan calon tetamu Allah ini.
“Kesiapan Asrama Haji mulai dari fasilitas dan persiapan teknis untuk keberangkatan ini, sudah kami pastikan klop, aman dan sudah final,” tambahnya.
Adapun CJH yang berangkat Minggu besok adalah Kloter 19. Mereka akan dilepas langsung oleh Gubernu Sultra, Dr Nur Alam dari Asrama Haji Kendari. “Surat permohonan sudah kami masukan ke kantor Gubernur dan diterima oleh Saleh Lasata. Pak Gubernur yang akan melepas langsung calon jamaah haji,” terangnya.
Namun Wa Masi mengakui ada perubahan jadwal pemberangkatan dari tiga kelompok terbang (kloter). Semula, kloter I/19, kloter II/20, dan kloter III/21 diberangkatkan secara berurutan harinya, yakni 28, 29 dan 30 Agustus.
Kloter 19 yang terdiri atas Kota Kendari, Buton Utara dan Konawe
, tetap berangkat sesuai jadwal, 28 Agustus
. Namun kloter 20 (Bombana, Konsel dan Koltim), serta Kloter 21 (Kota Bau-bau, Wakatobi, Kolaka dan Kolut), ditunda sehari menjadi tanggal 30 dan 31 Agustus.
“Ditunda karena mereka dari luar kota dengan kabupaten yang berbeda-beda. Jadi ditunda menjadi tanggal 30 Agustus dan menyusul kloter 21 tanggal 31 Agustus” tegasnya.
Di tempat terpisah, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Konut, Asrani S Ag mengatakan kondisi CJH asal Konut tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari peserta yang didominasi kaum hawa hingga jumlah kuota yang mengalami sedikit
penurunan.
“Yang kita syukuri kondisi kesehatan calon jamaah lebih baik dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah pada manasik kemarin semuanya dalam keadaan sehat dan bugar,” ungkap Asrani, Jumat (26/8).
Dikatakan Asrani, sebelum diberangkatkan ke tanah suci melalui Bandara Haluoleo, seluruh JCH akan dilepas oleh oleh pemerintah setempat. Kali ini, mereka akan dilepas oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda), dr Marthaya.
“Biasanya bupati yang lepas dan serahkan langsung bantuan. Tapi tidak memungkinkan karena beliau juga lagi di tanah suci. Pak wakil juga
kita konfirmasi lagi dinas keluar daerah,” ungkapnya.
JCH yang akan diberangkatkan merupakan pendaftar haji sejak tahun 2009. Mereka sudah masuk dalam daftar tunggu di Kementerian Agama Konut selama tujuh tahun. Jika sesuai jadwal, seluruh JCH asal Konut ini akan kembali ke tanah air dan mendarat di Bandara Haluoleo, 22 Oktober mendatang.
Saat ini daftar tunggu haji di kantor Kemenag Konut tercatat mencapai 350 orang. Jumlah ini merupakan akumulasi dari pendaftar sejak tahun 2010 lalu.
Dari ratusan daftar tunggu ini, terdapat 12 orang pendaftar usia
lanjut (Lansia). “Tahun depan insyalaah akan bertambah. Bisa mencapai belasan orang. Khusus lansia kita akan upayakan supaya ikut berangkat tahun depan,” pungkas Asrani. (p7-k7/b/aha)

To Top