Keluarga Almarhum Jalil Tuntut Ganti Rugi Rp 600 Juta – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Keluarga Almarhum Jalil Tuntut Ganti Rugi Rp 600 Juta

KENDARI, BKK – Sidang permohonan praperadilan atas kasus meninggalnya pegawai honorer Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, Abdul Jalil Arqam yang diduga dibunuh tim Buru Sergap (Buser) Kepolisian Resor (Polres) Kendari, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Jumat (26/8).

Sidang yang dipimpin Lukman Ahmad selaku hakim tunggal, kali ini mengagendakan permohonan gugatan. Salah satu gugatan yang dilayangkan keluarga korban adalah meminta ganti rugi sebesar Rp 600 juta.
Dari pantauan jurnalis Berita Kota Kendari (BKK), sidang tersebut dihadiri ibu Almamrhum Jalil, Rahmatia dan adiknya, Zahra. Mereka didampingi penasihat hukumnya, Sadang Nur SH dan Nasruddin SH MH serta Anselmus Ar Masiku SH MH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Kendari. Sementara pihak Polres Kendari selaku termohon diwakili Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaurbin Ops) Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Inspektur Satu (Iptu) Abdul Haris.
Dalam pembacaan gugatannya, keluarga korban melalui penasehat hukumnya meminta majelis hakim mengabulkan permohonannya yang diantaranya penangkapan terhadap Jalil yang dilakukan tim Buser Polres Kendari, tidak sesuai prosedur hukum.
“Kami meminta majelis hakim untuk mengabulkan permohonan kami dengan menyatakan penangkapan bernomor SP. Kap/ 106/VI /2016/Reskrim yang dikeluarkan Kasat Reskrim Polres Kendari, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sendi Antoni SIK, sebagai surat perintah yang tidak sah,” baca Sadang.
Selain itu, lanjut dia, pihak keluarga Jalil selaku pemohon meminta ganti rugi dari Polres Kendari atas meninggalnya Jalil dengan membayar kerugian sebesar Rp 600 juta. “Menghukum termohon (Polres Kendari) untuk membayar kerugian sebesar Rp 600 juta. Selain itu juga membebankan kepada pihak Polres Kendari untuk menghukum dengan membayar biaya perkara persidangan,” lanjut Sadang.
Mendengar permohonan tersebut, Iptu Abdul Haris akan melakukan koordinasi terlebih dahulu secara internal di Polres Kendari. Setelah mendengar tanggapan termohon, majelis hakim pun menunda persidangan pada pekan depan di hari yang sama, Jumat  (2/9).
Diketahui, Abdul Jalil Arqam ditangkap di kediamannya oleh tim Buser Polres Kendari atas tuduhan pembegalan pada, Selasa (6/6). Namun keesokan harinya, Rabu (7/6) Jalil dikabarkan meninggal.
Jalil menderita luka tembak di betis dan lebam di sekujur tubuhnya. Keluarga menduga Jalil tewas setelah dianiaya oleh polisi. (p5/b/aha)

To Top