Anggaran Proyek Masjid Al Alam Terancam Dipangkas – Berita Kota Kendari
Aktualita

Anggaran Proyek Masjid Al Alam Terancam Dipangkas

Jembatan Bahrteramas
* Kebutuhan Anggaran Rp 800 M
* Anggaran yang dialokasikan tahun 2015 Rp 150 M
* Anggaran yang dialokasikan tahun 2016 Rp 300 M
* Sisa anggaran yang dibutuhkan Rp 350 M

Masjid Al Alam Teluk Kendari
*Kebutuhan Anggaran Rp 250 M
*Anggaran yang dialokasikan 2010 – 2015 Rp 165 M
*Sisa anggaran yang dibutuhkan Rp 95 M

KENDARI, BKK- Penundaan Dana Alokasi Umum untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar hampir Rp 200 miliar, berdampak pada sejumlah megaproyek milik pemerintah. Salah satunya proyek pembangunan Masjid Al Alam yang terancam dipangkas anggarannya di tahun ini.
Ketua Komisi I DPRD Sultra, Laode Muhammad Taufan Alam mengakui penundaan DAU hingga 50 persen itu berisiko terhadap kelanjutan sejumlah megaproyek yang digagas Pemprov Sultra. Yang paling mungkin adalah Masjid Al Alam yang dibangun di Teluk Kendari.

“Kemungkinan besar anggaran untuk pembangunan Masjid Al Alam akan terpangkas. Atau tidak akan ada sama sekali untuk tahun anggaran ini, sebab ketersediaan anggaran kita sangat terbatas,” terangnya.
Dengan jumlah DAU yang hanya tersisa Rp 217,3 miliar saja, Taufan memastikan akan banyak proyek yang kemungkinan bernasib sama dengan Masjid Al Alam. Bisa dikurangi anggarannya, atau dihentikan dulu untuk tahun ini.
“Dari sisa anggaran yang dikucurkan ke kita setelah dipotong Kementrian Keuangan bisa membuat proyek-proyek lainnya berhenti untuk sementara. Tapi yang harus dipahami, anggarannya bukan dipangkas melainkan tidak diporsikan dulu. Nanti kalau cukup baru dilanjutkan lagi,” jelasnya.
Namun proyek apa saja yang akan dipangkas anggarannya, politikus Demokrat ini mengaku belum tahu. Sebab Pemerintah Provinsi Sultra saat ini masih mengevaluasi program mana saja yang akan mendapatkan anggaran, mana yang dipangkas dan yang sama sekali ditunda penganggarannya.
Pihaknya pun masih menunggu hasil evaluasi tersebut.
Menurutnya, proyek yang diprioritaskan oleh Pemprov sudah bisa diketahui dalam satu pekan ini. Namun kepastiannya akan menunggu pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun anggaran 2016.
“Kita tunggu saja. Pada dasarnya, DPRD siap membahas bersama-sama eksekutif,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pengelola Aset Daerah Sultra, Isma mengatakan Sultra terkena penundaan transfer DAU karena rendahnya serapan anggaran pada semester pertama ini. Hingga Juni lalu, anggaran yang dibelanjakan baru mencapai 39 persen, dari idealnya 50 persen. Hal ini menyebabkan kas Pemprov nampak masih besar karena masih lebih banyak yang belum dibelanjakan.
Isma mengatakan, saat ini Satuan Kerja Perangkat Daerah masih memilah-milah program mana saja yang diprioritaskan untuk mendapatkan anggaran di tahun ini. Sebab transfer DAU untuk Pemprov Sultra pada tahun ini dikurangi dari rencana Rp 400 miliar hanya sisa Rp 217,3 miliar.
Dari catatan Berita Kota Kendari, ada beberapa mega proyek Pemprov Sultra yang tengah berjalan dengan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Diantaranya Jembatan Bahteramas serta Masjid Al Alam.
Jembatan Bahrteramas diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp 800 M. Anggaran yang dialokasikan tahun 2015 sebesar Rp 150 miliar dan tahun ini dialokasikan sebesar Rp 300 miliar. Sisa anggaran yang dibutuhkan Rp 350 miliar.
Proyek ratusan miliar lainnya adalah Masjid Al Alam Teluk Kendari. Masjid ini diperkirakan menelan anggaran Rp 250 miliar. Anggaran yang dialokasikan sejak 2010 sampai 2015 sudah mencapai Rp 165 miliar. Sisa anggaran yang dibutuhkan Rp 95 miliar.
(m2/b/aha)

Click to comment
To Top