Proyek Megah Pemkot Kendari Tak Mampu Bayar Buruh – Berita Kota Kendari
Beranda

Proyek Megah Pemkot Kendari Tak Mampu Bayar Buruh

Azhar tersenyum, mengingat ketidak mampuan Pemkot membayarkan upah buruh

Azhar tersenyum, mengingat ketidak mampuan Pemkot membayarkan upah buruh

KENDARI, BKK – Pengerjaan proyek megah Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yakni pembuatan tambat labu, mestinya tertangani secara profesional. Namun sayangnya, upah buruhnya saja saat ini ternyata tak mampu dibayarkan.

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari La Ode Azhar merasa geli ketika mengetahui hal itu, setelah salah seorang buruh proyek melapor ke kantornya karena haknya tidak dibayarkan.

“Yang benar saja, masa proyek semegah itu tidak bisa membayar upah buruhnya, sementara anggaran yang dikucurkan untuk proyek itu setiap tahunnya selalu ada dan besar,” kata Azhar saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/8).

Terhadap laporan tersebut, pihak DPRD Kendari, kata Azhar, akan bertindak. Namun kan dilakukan pengumpulan data terslebih dahulu.

“Kita bisa mengambil tindakan jika pihak kontraktor tempat buruh itu bekerja sudah diketahui. Untuk itu saya meminta kepada yang bersangkutan (buruh) untuk terlebih dahulu mengumpulkan data,” terangnya.

Politikus Golkar ini juga menegaskan, jika memang benar apa yang dilaporkan dan terbukti penegrjaan proyek yang berada di bawah naungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari itu, akan menjadi catatan tambahan saat pembahasan KUA PPAS nanti.

“Pengerjaan proyek tambat labu terbagi dua, ada yang ditangani kota dan juga ada yang di tangani provinsi. Kalau persoalan ini wilayahnya Pemkot Kendari maka sangat fatal akibatnya bagi Dishub Kendari nanti,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu buruh proyek tambat labuh tersebut Shui mengungkapkan, sudah hampir satu bulan dia dan 13 temannya yang lain belum menerima upah atas pekerjaan yang telah dilakukannya.

“Kita berjumlah 14 orang dan semua belum ada yang dibayarakan upahnya, padahal sesuai perjanjian kita seharusnya menerimah upah itu setiap 15 hari kerja,” pungkasnya.(m2/b/nur)

To Top