Kerugian Negara Ada, Tersangka Segera Ditahan – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kerugian Negara Ada, Tersangka Segera Ditahan

KENDARI, BKK- Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi dalam dugaan korupsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo Kota Baubau.
Sejauh ini, Kejari telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPI Wameo Baubau, Yamin Cahyadi dan Wa Ode Reski Oktarani selaku tenaga honorer UPTD. Kejari Baubau juga sudah memeriksa sedikitnya 15 saksi.
Kepala Kejari Baubau, Muhammad Rasul Hamid SH mengakui pihaknya sudah mendapatkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tenggara (Sultra). Permintaan hasil audit BPKP Sultra sebagai dukungan untuk memperkuat indikasi terjadinya korupsi.
Selanjutnya, Kejari akan segera menahan para tersangka.
“Kita segera tahan tersangka begitu pemberkasannya telah lengkap dan rampung. Audit BPKP itu termasuk (kelengkapan berkas),” katanya.
Meski sudah mendapatkan hasil audit BPKP Sultra, Hamid belum mau mengungkapkan jumlah kerugian negara. “Tidak mencapai miliaran, hanya ratusan juta rupiah,” kata Hamid saat ditemui di Kejati Sultra.

Ditanyai apakah pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan (DKP) Baubau, Hamid belum bisa memastikan. Namun Hamid memastikan siapapun yang terlibat dalam kasus itu akan diperiksa, termasuk DKP Baubau yang membawahi TPI.
“Kalau ada yang melanggar kita sikat. Kalau saya, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Semuanya harus kita tetapkan kalau bersalah. Tapi ditunggu saja yah,” tegasnya.
Lelaki yang pernah menjabat sebagai Asiintel Kejati Kepulauan Riau tersebut juga masih enggan membeberkan apakah masih ada tersangka lain dalam kasus itu. Menurutnya, jaksa masih terus melakukan pengembangan penyidikan.
“Dalam menangani perkara korupsi ini kita selalu transparan. Siapa pun kalau terindikasi terlibat korupsi, kita akan jadikan tersangka,” katanya.
Untuk dikethui, kasus dugaan korupsi TPI Wameo Kota Baubau mulai terendus sejak tahun 2014 lalu atas laporan masyarakat. Hasil penyelidikan Kejari Baubau, modus korupsi dilakukan dengan cara mengelola beberapa pekerjaan seperti penyimpanan ikan dan permintaan es batu untuk para nelayan. (p5/b/aha)

To Top