Kemenag Konut Nikahkan Ulang 70 Pasutri – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Kemenag Konut Nikahkan Ulang 70 Pasutri

KETGAM Suasana pendataan pasangan suami istri yang dinikahkan ulang, Kamis (25/8). (foto: Vely Sarman/BKK)

KETGAM
Suasana pendataan pasangan suami istri yang dinikahkan ulang, Kamis (25/8). (foto: Vely Sarman/BKK)

WANGGUDU, BKK – Sebanyak 70 pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Konawe Utara (Konut) ikuti sidang isbat nikah. Kegiatan untuk memperoleh buku nikah dari Kementerian Agama itu digelar di aula lama Pemerintah Kabupaten Konut, Kamis (25/8).

Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Konut, Sitti Mardawiah Kasim SAg MSi melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Muh Yamin Saranani SAg menjelaskan seluruh pasangan yang dinikahkan ulang kemarin tercatat belum memiliki surat nikah yangditerbitkan Kemenag. Padahal di antaranya sudah ada yang melangsungkan pernikahan sejak tahun 1982 silam.

“Semua belum ada buku nikahnya. Ada juga satu pasangan yang baru tahun ini menikah. Penyebabnya biasanya karena tidak menyetor berkas yang dibutuhkan pada saat menjelang pernikahan. Tapi nanti setelah nikah baru melapor,” kata Yamin.

Pernikahan ulang ke-70 Pasutri asal kecamatan Asera dan Andowia dilakukan di hadapan kepala pengadilan agama Konawe, Akramudin. Setiap pasangan tidak dipungut biaya nikah. Pemerintah kabupaten dalam program ini telah menanggung uang perkara yang berjumlah Rp 91 ribu bagi setiap pasutri. Gratis karena semua ditanggung pemerintah kabupaten. Insyalah minggu epan mereka sudah bisa terima buku nikahnya semua,” sambung Yamin.

Isbat nikah di Kabupaten Konut ini merupakan hasil Memorandum of Uderstanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Kemenagdengan Pengadilan Agama tentang pelayanan sidang terpadu Isbat nikah wilayah Konut.

Sejak disetujuinya kesepakatan itu, kantor Kemenag Konut sudah menggelar kegiatan serupa di kecamatan Lasolo Kepulauan beberapa waktu lalu. Kala itu kantor Kemenag berhasil menikahkan kembali 60 pasutri yang belum memiliki buku nikah.

“Ini akan berlangsung simultan. Selanjutnya kita akan lakukan pendataan Pasutri yang belum memegang buku nikah. Melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan masing-masing. Diupayakan sebelum perubahan anggaran sudah dilaporkan,” ucap Yamin. (k7/c)

 

Click to comment
To Top