Kejahatan “Dunia Maya” Incar Anak, Peran Orang Tua Penting – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Kejahatan “Dunia Maya” Incar Anak, Peran Orang Tua Penting

BAUBAU, BKK – Meski banyak dampak positifnya, internet atau dunia maya juga diakui para kepala dinas di Kota Baubau memiliki dampak buruk kepada anak-anak. Untuk mengawasi anak-anak dari kejahatan dunia maya, dibutuhkan peran orang tua yang ektra pengawasan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Baubau, Masri ketika ditemui, Kamis (25/8) mengatakan, pendampingan orang tua sangat penting untuk memfilter anak-anak dari pengaruh buruk dunia maya. Sehingga anak-anak saat menggunakan internet harus terkontrol. Beberapa media sosial misalnya WhatsApp, Facebook, dan lainn yang dimiliki anak-anak harus dikroscek oleh orang tua setiap saat. Jangan sampai, katanya, ada kiriman-kiriman foto atau video yang bersifat tidak sesuai dengan perkembangan anak.

Dia juga katanya sempat berfikir membatasi anak-anak sekolah membawa ponsel atau Handphone ke sekolah. Misalnya kata dia, mulai dari siswa SD hingga SMP tidak boleh menggunakan ponsel berkamera atau Smartphone (ponsel pintar). “Memang ada aturan di sekolah-sekolah kita, dalam proses belajar mengajar memang tidak boleh memakai HP,” katanya.

Namun untuk merealisasikan wacana itu menurutnya, harus didiskusikan bersama dengan dewan pendidikan dan pihak terkait. Karena jangan sampai ada anggapan kebijakan tersebut membatasi hak-hak anak.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Baubau, Laode Darussalam juga berpendapat, peran orang tua paling penting dalam menjaga dan mengawasi anak-anak dari kejahatan dunia maya. “Memang kita tidak sepenuhnya bisa menyalahkan anak, disinilah orang tua juga punya peran penting,” paparnya ketika ditemui di kantor Waikota Baubau, Kamis (25/8).

Untuk mengawasi kejahatan cyber atau internet, kata Darussalam, pihaknya punya program Genre (generasi berencana). Dalam program itu pihaknya rutin menggelar sosialisasi ke setiap sekolah, dan menyampaikan dan memberikan penjelasan menggunakan alat teknologi canggih yang dapat memengaruhi mereka.

Pihaknya juga punya program di setiap kecamatan yang inti sasarannya keluara atau ibu yang memiliki anak remaja. Di setiap kecamatan itu, penyuluh lapangan sudah bekerja bersama dengan koordinator Keluarga Berencana (KB), untuk memberikan informasi seputar internet kepada anak-anak remaja.

Ditambahkan Ketua DPRD Baubau, Roslina Rahim, juga berpendapat sama, yakni tidak lain dan tidak bukan adalah campur tangan orang tua. Namun tak cukup sampai disitu, orang tua, para guru, dan tokoh masyarakat juga harus bekerjasama memfilter masuknya pengaruh buruk dari internet kepada anak-anak.

“Tetapi kalau mentalnya sudah siap, itu mau datang dunia apa saja saya kira tidak akan terpengaruh buruk. Sehingga itu tadi, perkuat mentalnya anak-anak kita dengan bagus,” sebutnya. (k2/c)

 

To Top