Hari Ini, KPK Menyeberang ke Baubau – Berita Kota Kendari
Aktualita

Hari Ini, KPK Menyeberang ke Baubau

14089157_10207093929133214_2406536054838371125_n

KENDARI, BKK –
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti maupun keterangan dalam kasus dugaan korupsi pertambangan yang telah menjerat Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, sebagai tersangka.

Rencananya, tim penyidik KPK, Jumat (26/8) hari ini akan menyeberang ke Kota Baubau. Novel Baswedan yang menjadi ketua tim penyidik mengungkapkan, kedatangan timnya ke Baubau untuk memeriksa sejumlah pihak dari Pemerintah Kabupaten Buton.
“Kita akan meminjam ruangan Polres Baubau untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Pemda Buton,” kata Novel Baswedan yang ditemui saat hendak menunaikan Salat Magrib di Markas Polda Sultra, Kamis (25/8).
Seperti diketahui, Buton menjadi salah satu wilayah konsesi tambang nikel PT Anugerah Harisman Barakah. Selain Buton, PT AHB juga menambang di Bombana.
Sepanjang Kamis (25/8) kemarin, KPK memeriksa sedikitnya sepuluh orang saksi selama sepuluh jam. Satu per satu saksi berdatangan sejak pukul 09.00 di ruang Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Mapolda Sultra.
Mereka yang datang memenuhi panggilan KPK antara lain Abraham Untung (Direktur PT Untung Anaugi), Amal Jaya (staf ahli bidang pembangunan Pemprov Sultra / mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sultra) dan Syahir (Staf Dishut Sultra). Sekitar setengah jam kemudian, menyusul Wa Umi Ndohae (staf Dinas ESDM Sultra), Sutomo dan Risma (Bank Mandiri).
Kepala Dinas ESDM Sultra, Burhannudin juga kembali datang. Dia tiba sekitar pukul 10.55 Wita. Ini adalah pemeriksaan kedua terhadap Burhanuddin setelah sehari sebelumnya menjalani sekitar sembilan jam pemeriksaan. Ada juga Nasruan, Sekretaris DPRD Sultra yang sebelumnya menjabat sebagai Karo Hukum ESDM Sultra.
Sekitar pukul 11.10 Wita, Sulastri (Kepala Biro Hukum Pemprov Sultra) serta salah seorang stafnya juga tiba. Namun dia tidak diperiksa, hanya datang mengantar sejumlah dokumen.
Pemeriksaan oleh tim penyidik KPK berlangsung selama sembilan jam. Sayangnya, hampir semua saksi yang menjalani pemeriksaan bungkam saat ditanya wartawan yang sudah menunggu sejak pagi. Rata-rata mereka keluar dari ruang Ditreskrim dengan wajah lesu karena menjalani pemeriksaan selama berjam-jam.
Usai keluar, mereka langsung melangkah cepat ke mobilnya masing-masing dan menolak berkomentar.
Hanya ada satu saksi yang bersedia melayani wartawan, yakni Nasruan. Menurutnya, dia diperiksa selama tiga jam dan pertanyaan tim penyidik seputar Izin Usaha Pertambangan yang dikeluarkan untuk PT ABM.
“Saya diberikan 11 pertanyaan dan rata-rata tentang surat keputusan keluarnya IUP. Kewenangan saya memang ada, akan tetapi tidak sampai ke situ. Yang jelas penerbitan izin itu sudah sesuai dengan prosedur,” ucap Nasruan
Sementara Burhanuddin yang sudah dua kali diperiksa, belum keluar dari Ditreskrim Polda Sultra hingga pukul 19.00. Dia sempat keluar hanya untuk menunaikan Salat Magrib.
Menurut Novel Baswedan, Burhanuddin masih dibutuhkan keterangannya mengingat posisinya sebagai kepala dinas. “Burhanuddin masih diperiksa, masih banyak keterangan yang kita perlukan dari dia,” terang Noval singkat.
(p4/a/aha)

Click to comment
To Top