DAU Sultra Dipangkas 50 Persen – Berita Kota Kendari
Aktualita

DAU Sultra Dipangkas 50 Persen

KENDARI, BKK– Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah yang terkena dampak atas kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memangkas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016. Akibat pemangkasan tersebut, Dana Alokasi Umum yang semula akan ditransfer pusat sebesar Rp 400 miliar, dipangkas menjadi Rp 217,391 miliar.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sultra Isma menyebut pemangkasan DAU tersebut hampir 50 persen. Dia pun memastikan pemangkasan DAU yang sangat besar itu akan berdampak pada pembangunan di Sultra.
“Sementara ini masih dikaji oleh teman-teman di SKPD program apa saja yang musti dipangkas. Kita meminta hanya yang program prioritas saja yang diajukan untuk mendapatkan pembiayaan,” kata Isma.
Dia berharap, SKPD harus benar-benar mampu memilah mana program yang prioritas dan bukan. Sebab jika tidak, maka risikonya akan berdampak pada neraca keuangan.
“Saya tidak mau kita tekor. Jadi harus benar-benar selektif memilih programnya,” kata dia.
Evaluasi program prioritas itu harus diselesaikan dalam waktu dekat ini. Jika SKPD sudah mengajukan program prioritas yang akan dibiayai oleh DAU, selanjutnya akan diserahkan kepada Gubernur Sultra Nur Alam untuk memutuskannya.
Dari situlah baru diketahui mana saja program yang tetap berlanjut pada tahun ini, dana mana yang akan ditunda.
Di samping itu, Isma mengakui besarnya pemangkasan DAU dikarenakan serapan anggaran tahun berjalan ini yang cukup rendah. Hingga Juni lalu, total anggaran yang sudah terserap baru mencapai 39 persen. Padahal idealnya 50 persen.
Hal itupula yang membuat Sultra masuk ke dalam bidikan kementerian keuangan dalam pemangkasan anggaran ini. “Mereka nilainya dari serapan anggaran sebelum Juni. Jadi daerah yang rendah serapan anggarannya, kena pemangkasan,” jelasnya.
Diketahui, Pemprov Sultra saat ini memiliki sedikitnya tiga mega proyek yang membutuhkan anggaran besar. Yakni proyek pembangunan jembatan Bahteramas dengan kebutuhan anggaran Rp 800 miliar, proyek pembangunan Masjid Al Alam dengan kebutuhan anggaran Rp 250 miliar dan proyek pembangunan Rumah Sakit Bahteramas yang juga membutuhkan anggaran ratusan miliar rupiah.
Namun sampai saat ini belum diketahui apakah pemangkasan DAU ini akan berdampak pada kelanjutan tiga mega proyek tersebut pada tahun ini atau tidak. (p7/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top