Proyek Budi Utomo Tak Bermasalah, Hearing Dianggap Percuma – Berita Kota Kendari
Beranda

Proyek Budi Utomo Tak Bermasalah, Hearing Dianggap Percuma

KENDARI, BKK – Rencana dijadwalkannya dengar pendapat (hearing) bersama Komunitas Rakyat Anti Korupsi (Kontrak) Sultra terkait pengerjaan proyek Jalan Budi Utomo, Kota Kendari, dinilai percuma oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kendari La Ode Azhar.

Bagi Azhar persoalan jalan tersebut sudah dianggap selesai. Bahkan dirinya telah mengkonsultasikannya hingga ke Jakarta di Bidang Binamarga Pekerjaan Umum (PU) pusat.

“Saya dulu adalah orang yang paling keras menantang persoalan ini, tetapi setelah mencari tahu kebenarannya, ternyata pengerjaan proyek ini sudah sesuai prosedur dan tidak ada masalah,” ujar Azhar saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/8).

Ia menjelaskan, bukti kuat lainnya yaitu tidak ditemukannya penyalah gunaan anggaran proyek ini oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sultra. Justru, proyek ini mampu mendokrak Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

“Dengan adanya proyek ini, kita justru mendapatkan tambahan anggaran DAK hingga Rp 104 miliar. Ditahun 2015 anggaran DAK kita hanya Rp 55 miliar, namun dengan adanya proyek ini kita justru mendapatkan DAK Rp 159 miliar untuk 2016,” jelasnya.

Politikus Golkar ini juga menegaskan, jika masih ada tuntutan dari elemen masyarakat atau kelompok pergerakan mestinya sudah tidak lagi digiring ke DPRD tetapi ke Kejaksaan atau BPK, sebab hal ini telah usai sejak April lalu di lembaga DPRD.

“Kita sebenarnya sudah tidak mau lagi terima persoalan ini, apalagi mengagendakan hearing. Bukan karena menolak aspirasi masyarakat, tapi ini masalah lama yang sudah kita selesaikan,” pungkasnya.

Semenatra itu, membenarkan hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari Tigor Sihite menambahkan, proyek pengerjaan Jalan Budi Utomo menelan anggaran yang begitu besar sebab ada pengerjaan Box Kalver dan pembukaan jalan tembusan baru yang menghubungkan Kota Kendari dan Konawe.

“Karena proyek ini masih membutuhkan anggaran yang begitu besar, DAK kita untuk tahun ini bertambah dan porsi anggaran untuk melanjutkan pengerjaan jalan tersebut menjadi Rp 15 miliar dari sebelumnya hanya Rp 4,8 miliar,” tutupnya.(m2/c/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top