Perlakuan Kejati Terhadap Acil Dipertanyakan – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Perlakuan Kejati Terhadap Acil Dipertanyakan

KENDARI, BKK – Perlakuan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara terhadap Acil Rifai Pedansa, salah satu tersangka dugaan korupsi percetakan sawah di Muna pada 2013, menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, Kejati sudah menahan tersangka lainnya. Namun Acil belum juga ditahan meski statusnya sama-sama tersangka.
Andre Darmawan SH, selaku penasihat hukum Sastrawan yang juga menjadi tersangka di kasus korupsi yang sama merasakan kejanggalan terhadap sikap Kejati Sultra ini. “Kami memang mempertanyakan mengapa sampai hari ini Acil belum juga ditahan sementara secara nyata sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara klien kami sudah ditahan,” ujar Andre.
Padahal menurutnya, Acil memiliki peran sangat penting dalam pekerjaan percetakan sawah di Kabupaten Muna tersebut. Saat itu, putra politisi kawakan Muna, La Ode Rifai Pedansa itu menjadi kontraktor pekerjaan tersebut.
Kalau alasannya kooperatif, menurutnya Sastrawan pun selalu koperatif. “Apa parameter penyidik mengatakan kooperatif sehingga tidak menahan Acil. Klien saya selalu bersifat kooperatif karena selalu hadir saat dipanggil penyidik. Tetapi langsung ditahan, sementara Acil tidak,” pungkasnya.
Selain Sastrawan yang merupakan Kepala Desa Nihi, Kejati juga menahan tiga tersangka lainnya, yakni La Rikesi (Ketua Kelompok Tani), La Fedumu (PPK) dan Laode Hapuna (PPK). Mereka beserta Acil ditetapkan sebagai tersangka setelah Kejati Sultra menyatakan potensi korupsi lantaran proyek percetakan sawah bartu seluas 45 hektar itu tak kunjung terealisasi.
Dugaan korupsi itu juga diperkuat dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sultra, yang menyatakan adanya kerugian negara hingga Rp 500 juta.
Dalam proses penyidikan, salah satu tersangka, La Rikesi telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 4,5 juta. Tetapi dia masih dalam tahanan.
Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH membenarkan belum menahan Acil.
“Kami memang belum tahan dia. Saat ini kami sedang merampungkan berkasnya untuk kemudian dilimpahkan,” kata Janes saat ditemui di ruangannya, Rabu (24/8).
Dikonfirmasi alasan penyidik yang terkesan membeda-bedakan para tersangka, Janes enggan berkomentar banyak. “Yang pasti saat ini masih tahap perampungan berkas. Acil juga berjanji akan melakukan pengembalian kerugian negara meski belum ditahu kapan pastinya,” ujarnya. (p5/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top