Pergantian Kepala BPD Terindikasi Dimanipulasi – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Pergantian Kepala BPD Terindikasi Dimanipulasi

Asisten I Pemkab Butur, Muliana saat menerima massa IP2 Butur, Rabu (24/8)

Asisten I Pemkab Butur, Muliana saat menerima massa IP2 Butur, Rabu (24/8)

BURANGA, BKK – Sejumlah masa yang mengatasnamakan Ikatan Pemuda Pembaharu Buton Utara (IP2 Butur) dan Solidaritas Masyarakat Laangke mempersoalkan adanya pergantian Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Laangke, Kecamatan Kulisusu.

Pergantian itu dilakukan langsung oleh Kepala Desa Laangke, La Ode Muslimin Isi. Hal itu terindikasi dimanipulasi. Sebab, prosedur pergantian Sudarmono selaku Ketua BPD yang diganti dinilai dilakukan dengan cara yang tidak sesuai ketentuan berlaku.

“Kita berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” terang Kordinator Lapangan (Korlap) Hasan Jufri, saat berorasi di kantor sekretariat daerah Butur, Rabu (24/8).

Aksi itu dilakukan pada tiga tempat instansi pemerintahan di Butur. Bermula dari Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Kantor Sekretariat Daerah, dan berakhir di Kantor Inspektorat Butur.

Menurut Hasan, sejak 2014 lalu sampai saat ini Ketua BPD atas nama Sudarmono rupanya sudah tidak pernah lagi dilibatkan dalam pemerintahan Desa Laangke. Padahal sangat jelas dalam SK pengangkatan Sudarmono selaku Ketua BPD untuk masa kerja 2013-2018.

“Sehingga kalaupun terdapat pergantian harus dilakukan musyawarah dan ditandai terbitnya SK pemberhentian pengangkatan BPD baru dari Bupati. Namun sampai hari ini tidak ada rupanya SK pergantian itu sendiri yang sampai ketangan yang bersangkutan,” jelas dia.

Untuk itu, pihak massa aksi meminta agar BPMD segera memproses indikasi dugaan manipulasi data di Desa Laangke. Bukan hanya itu, mereka juga meminta agar Bupati Butur membentuk tim dalam hal pergantian anggota BPD yang diduga terdapat indikasi manipulasi dan mendesak inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kades Laangke itu.

Asisten I Pemda Butur, Dra Muliana usai menerima para pendemo, mengatakan belum dapat berbicara jauh terkait hal itu. “Tadi kan mereka aksinya di BPMD, kemudian ke sini. Karena tidak ada Bupati, Wakil, dan Sekda maka saya yang terima. Untuk persoalan itu aspirasinya hanya bisa saya tampung, nanti ada pimpinan baru saya laporkan,” ungkap Muliana.

Hingga berita ini dibuat, belum ada konfirmasi langsung ke Kepala Desa Laangke La Doe Muslimin Isi. (k5/c)

Click to comment
To Top