Pasca Penggeledahan KPK, Kantor Gubernur Sultra Kondusif – Berita Kota Kendari
Beranda

Pasca Penggeledahan KPK, Kantor Gubernur Sultra Kondusif

Nampak para pegawai di Kantor Gubernur Sultra bertugas seperti biasanya, di ruang kerjanya masing-masing. (RAHMAT R./BKK)

Nampak para pegawai di Kantor Gubernur Sultra bertugas seperti biasanya, di ruang kerjanya masing-masing. (RAHMAT R./BKK)

KENDARI, BKK- Pasca penggeledahan yang dilakukan sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (23/8), situasi di kantor tersebut kondusif. Semua pegawai nampak seperti biasanya dengan tetap menjalankan tugas di ruangannya masing-masing.

Namun demikian, Rabu (14/8), tiga pimpinan tertinggi yang terdiri Gubernur Nur Alam, wakil gubernur (Wagub) Saleh Lasata dan sekretaris daerah (Sekda) Lukman Abunawas, tidak nampak di kantor tersebut.

Informasi yang dihimpun Harian Berita Kota Kendari (BKK), Nur Alam yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait izin pertambangan, kabarnya sedang berada di Jakarta, kemudian Saleh Lasata hanya datang memimpin apel pagi lalu bergegas meninggalkan kantor dengan menggunakan kendaraan dinasnya. Sedangkan Lukman Abunawas tengah menjalani pemkeriksaan di Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, terkait kasus yang membelit 01 Sultra tersebut.

“Tadi Pak Wagub sempat datang pimpin apel pagi pukul 08.00 Wita. Setelah itu beliau pergi tapi tidak tau tujuannya kemana,” terang salah satu pegawai di Kantor Gubernur Sultra yang enggan disebutkan namanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan penyidik KPK dengan tiba-tiba berada di Kendari melakukan penggeledahan di sejumlah titik, guna mencari bukti tambahan atas kasus yang membelit Nur Alam. Sejumlah berkas nampak dibawa pergi oleh penyidik tersebut.

Di saat penyidik masih melakukan penggeledahan, KPK di Jakarta mengumumkan penetapan Nur Alam sebagai tersangka korupsi karena diduga menyalahgunakan kewenangan terkait penerbitan izin pertambangan. Izin yang dimaksud yakni, Surat Keputusan Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan SK Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi Menjadi IUP Operasi Produksi. Izin itu diberikan kepada PT Anugerah Harismah Barakah selaku perusahaan yang melakukan penambangan nikel di Kabupaten Buton dan Bombana, Sultra. (p7/b/nur)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top