Kejati Segera Cek Fisik – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kejati Segera Cek Fisik

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra akan melakukan peninjauan langsung di lapangan untuk memastikan adanya indikasi melawan hukum dalam proyek pengadaan air bersih pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau.
Indikasi perbuatan melawan hukum diketahui karena pengadaan barang seperti pipanisasi dari mesin induk ke rumah-rumah warga yang tidak digunakan pada pekerjaan 2010.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH mengakui fokus penyidik adalah pipanisasi tersebut. “Timnya telah kami bentuk dan dalam waktu dekat ini kami akan meninjau langsung ke sana. Kita ingin memastikan apakah benar pipa-pipa itu digunakan atau tidak,” kata Janes saat di ruang kerjanya, Rabu (24/8).
Selain pipanisasi, masalah lain yang mendera proyek itu adalah pengadaan mesin induk. Pasalnya pihak kontraktor baru mengadakan mesin induk pada tahun anggaran 2015. “Anggarannya 2010, tetapi pengadaannya nanti tahun 2015. Padahal tidak termaksud dalam daftar isian pelaksanaannya,” lanjut Janes.
Ia menambahkan, anggaran proyek tersebut bersumber dari APBD Kota Baubau tahun 2010 sebesar Rp 5 miliar. “Penyaluran air bersih diperuntukan untuk beberapa kelurahan di Kecamatan Betoambari Kota Baubau,” tambahnya.
Sebelumnya, penyidik telah meminta keterangan ahli dalam pengusutan perkara tersebut. Namun dari pengakuan ahli, belum ditemukan spesifikasi mesin yang yang tidak sesuai.
“Dari pengakuan keterangan ahli, semuanya sama seperti dalam perencanaan pekerjaan proyek tersebut,” pubgkasnya.
Proyek tersebut melibatkan tiga kontraktor pengadaan mesin induk. Namun mesin tersebut mengalami kerusakan sehingga tidak dapat lagi dimanfaatkan. (p5/c/aha)

To Top