Aktualita

Hari Ini KPK Kembali Memeriksa Sejumlah Saksi Dilingkup Sultra

Novel Baswedan Saat Usai melakukan Pemeriksaan Sejumlah Saksi di Mapolda Sultra (Foto: Rudinan/BKK)

Novel Baswedan Saat Usai melakukan Pemeriksaan Sejumlah Saksi di Mapolda Sultra (Foto: Rudinan/BKK)

KENDARI, BKK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini akan kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi atas penetapan Gubernur Sultra, Nur Alam sebagai tersangka.

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan di ruang Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolsian Daerah (Polda) Sultra yang dipimpin langsung penyidik KPK, Novel Baswedan.

KPK akan kembali melakukan sejumlah saksi-saksi dilingkup pemerintah provinsi (Pemrov) Sultra, setelah sebelumnya KPK telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya, Kepala Bidang (Kabid) Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sultra, Aminoto, mantan Kepala Biro (Karo) Hukum Sultra sekaligus mantan Staf Ahli Gubernur Sultra Nur Alam, Kahar Haris, pejabat BKSDA Sultra, Prihanto, Pj Karo Hukum sekaligus Kepala Bagian (Kabag) Perundang-Undangan Pemprov Sultra, Sulastri, Kabid Pertambangan ESDM Sultra, Kamrulah dan Kepala Dinas (Kadis) ESDM Sultra, Burhanuddin, Sekda Sultra, Lukman Abunawas, dan Masmur PNS Pertambangan ESDM Kolaka Utara.

Hal ini dibenarkan penyidik KPK, Novel Baswedan pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi atas kelanjutan penggeladahan yang dilakukan dilima tempat berbeda di Kota Kendari dan telah menetapkan Nur Alam sebagai tersangka kasus penerbitan surat izin usaha pertambangan di Sultra.

“Iya besok kami akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi,” katanya kepada awak media di Mapolda Sultra, Rabu (24/8).

Dikonfirmasi mengenai apakah pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Bupati dilingkup Sultra terkait izin pertambangan dalam penetapan Nur Alam sebagai tersangka, Novel mengungkapkan, jika diperlukan pasti akan dilakukan pemeriksaan.

“Siapapun jika ada sangkut pautnya dengan pokok perkara tentunya akan dimintai keterangan,” ungkapnya.

Saat ditanyai apakah pihaknya akan kembali melakukan penggeledahan di Sultra, ia menjelaskan belum mengetahui persis atas persoalan tersebut.

“Kalau rencana penggeladahan itu belum pasti tetapi kalau diperlukan akan dilakukan. Untuk lebih jelasnya tanya saja Humas KPK ya,” jelas Novel.

Novel mengaku, sebelumnya pihaknya telah menemui Nur Alam saat melakukan penggeledahan dikediaman pribadi Nur Alam di Jakarta. Namun saat dikonfirmasi apakah telah dilakukan pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Sultra itu, Novel enggan berkomentar.

“Nur Alam kemarin kami sudah ketemu saat penggeledahan di rumahnya di Jakarta. tanya saja Humas ya,” pungkasnya.

Diketahui sehari sebelumnya penyidik KPK melakukan penggeledahan dilima tempat berbeda di Sultra termasksud di ruang kerja Nur Alam di Kantor Gubernur Sultra. Dari hasil penggeledahan tersebut KPK menyita dua buku dokumen penting atas izin usaha pertambagan di Sultra. Nur Alam juga saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik KPK dalam sejumlah penerbitan surat izin usaha pertambangan di Sultra. (p5).

To Top