Cari Kepiting, Seorang Warga Tenggelam di Pantai Laino – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Cari Kepiting, Seorang Warga Tenggelam di Pantai Laino

RAHA, BKK – Malang nasib La Edi (42), warga Desa Kondogia, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Selasa (23/8) sekitar pukul 23.30 Wita, dia tenggelam sekitar pantai tempat pelelangan ikan, Laino, Raha saat mencari kepiting bersama 6 orang temannya. Korban ditemukan Rabu (24/8) sekitar pukul 06.00 Wita dalam keadaan sudah meninggal di sekitar pantai tempat pelelangan ikan.

Informasi yang diperoleh koran ini dari teman korban yaitu La Ode Nasrun (32), warga Desa Waara, Kecamanatan Lohia dan La Ode Azis (22) warga Desa Waara, Kecamanatan Lohia, Syarifuddin (36), warga Desa Kondongia, Kecamatan Lohia, Bahar Budiman (29), warga Desa Waara Lohia, La Ode Imran (28) warga Desa Waara Lohia dan La Ode Kasri (34) juga warga desa Waara Lohia, malam itu sekitar pukul 20.30 Wita, mereka 7 orang termasuk korban La Edi, mencari kepiting di pantai tersebut.

Menurut ke-6 teman korban, Selasa (23/8) sekitar pukul 20.00, mereka bertujuh meninggalkan Desa Waara menuju Kota Raha dengan berboncengan sepeda motor. Setiba di pelelangan Ikan patai Laino Raha, korban bersama rekannya ini sempat bercerita   sambil merokok. Sekitar pukul 20.30 wita, korban bersama rekannya turun di laut untuk menyuluh kepiting yang berjarak sekitar 30 meter dari tempat pelelangan Ikan. Setelah itu sekitar pukul 22.30 Wita korban naik ke daratan, namun tidak lama kemudian korban turun kembali ke laut dan tiba- tiba muncul di depan temannya yaitu La Ode Nasrun yang sedang menangkap kepiting. “Saya sempat bertanya pada korban, kamu belum naik kedaratkah yang dijawab korban saya turun kembali menangkap kepiting,” kata teman korban La Ode Nasrun kemarin di TKP.

Tidak lama kemudian rekan korban lainnya yaitu Bahar Budiman tiba tiba berteriak memanggil teman-temannya yang ada di laut sambil mengingatkan temannya agar naik karena air laut sudah mau pasang. Mendengar teriakan Bahar, korban dan ke-4 temannya bergeser untuk naik ke darat. Sebelum sempat naik, tiba-tiba air laut pasang sedalam 1,5 meter. Karena air pasang tiba-tiba, korban dan 4 temannya panik dan diduga menginjak lubang yang dalam. Melihat empat temannya panik dalam keadaan timbul tenggelam, Bahar turun ke laut dan langsung menolong adik korban, yaitu Syarifuddin yang ternyata tidak tahu berenang. Sedangkan teman korban lainnya bisa berenang.

“Saya bilang pada Syarifuddin, berpegang saja di leherku jangan dilepas,” cerita Bahar kemarin. Usai menolong Syarifuddin, kata Bahar dia kembali ke laut hendak menolong La Edi. Namun setelah Bahar tiba di tempat La Edi, dia tidak lagi melihat korban dan ternyata sudah tenggelam.

Melihat temannya sudah tenggelam, Bahar cs langsung minta pertolongan warga nelayan yang tingal disekitar TKP. Usaha pencairan korban pun malam itu dilakukan teman korban dan dibantu masyarakat nelayan dengan menggunakan perahu jenis body batang dan perahu karet milik Sek. Kawapel Raha. Namun malam itu korban tidak ditemukan.

Korban ditemukan keesokan oleh nelayan yang membantu mencari korban malam itu. Korban ditemukan sekitar pukul 06.00, di tempat dimana korban menangkap kepiting dan dalam keadaan sudah meinggal . Menurut warga nelayan yang tinggal disekitar TKP yang mengaku bernama Wa Nia, korban ditemukan nelayan yang ikut mencari korban malam itu.   “Malam itu korban bersama temannya sempat beli rokok di kiosku. Tadi pagi baru korban ditemukan oleh nelayan di sini, tapi korban sudah meninggalmi. Korban ditemukan juga di tempat dia cari kepiting,” kata Wa Nia.

Di tempat terpisah Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SIK ketika dikonfirmasi hal ini, membenarkannya. “Korban sudah ditemukan Rabu (24/8) sekitar pukul 06.00 dalam keadaan sudah meninggal. Jenazah korban langsung kita evakuasi ke RSUD Raha,” terang Kapolres Muna.

Sementara itu, pihak RSUD Raha di ruang Unit Gawat Darurat RSUD Raha ketika dikonfirmasi menyatakan, sekitar pukul 06.00 memang ada korban tenggelam. “Dia dibawa ke sini dalam keadaan sudah meninggal, namanya La Edi. Tapi tidak lama korban langsung dibawa keluarganya pulang,” terang pihak RSUD Raha. (cr1/b)

 

To Top