18 Kecelakaan di Deker Abola – Berita Kota Kendari
Aktualita

18 Kecelakaan di Deker Abola

BIANG KECELAKAAN. Kerusakan pada daerah deker di jalan trans Sulawesi, Desa Abola, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konut, kerap menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan.

BIANG KECELAKAAN. Kerusakan pada daerah deker di jalan trans Sulawesi, Desa Abola, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konut, kerap menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan.

WANGGUDU, BKK –
Warga Desa Abola, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) mengeluhkan kondisi deker di desanya. Pasalnya, sejak dikerjakan beberapa bulan lalu, deker ini sudah menyebabkan belasan kecelakaan lalu lintas. Dua diantaranya sampai menelan korban jiwa.

“Kalau kita hitung-hitung. Sampe sekarang sudah 18 belas yang
kecelakaan karena ini deker. Ada dua yang langsung meninggal di tempat.
Yang lainnya luka-luka,” ungkap salah satu warga, Kiba, Rabu (24/8).
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas yang kerap dialami para pengendara motor yang melintas di jalan trans Sulawesi ini, dipicu buruknya
pengerjaan deker. Belum setahun, dari kedua sisi deker telah timbul
lubang melintang dan memotong separuh badan jalan.
“Pengerjaannya ini tidak beres. Belum apa-apa sudah rusak. Aspalnya
sudah turun. Padahal sudah pernah ditambal. Tapi masih tetap turun,”
imbuhnya.
Kemarin, deker berlubang di Abola ini kembali menyebabkan kecelakaan. Korbannya yakni warga desa Tinobu, Sopan. Beruntung dalam peristiwa ini dirinya hanya mengalami luka di bagian kaki. Sopan pun menggenapkan sebagai korban ke-18 yang celaka akibat lubang pada deker
tersebut.
“Saya tidak tahu kalau disitu ada lubang. Dari jauh saya lihat rata.
Aspalnya mulus. Tapi ternyata ada lubang. Motor saya jadi oleng tidak
terkendali. Bahkan motor yang parkir terpaksa saya tabrak,” tutur sekretaris lurah (Seklur) Tinobu itu paska diselamatkan warga.
Seringnya terjadi peristiwa kecelakan akibat deker itu mulai
dicemaskan warga yang bermukim disekitarnya. Mereka khawatir nanti
akan terjadi kecelakaan serupa dan mereka ikut menjadi korban. Warga
berharap kepada pemerintah agar peka dengan kondisi itu.
“Kita harap pemerintah secepatnya bisa perbaiki. Kita sudah pernah
mencegah dengan memasang tanda peringatan ada lubang. Tapi entah
kenapa selalu hilang,” pinta warga lainnya, Sinar. (k7/c/aha)

To Top