Tunggu Pembahasan KUA PPAS, Dishub Kendari Akan Diserang Pertanyaan – Berita Kota Kendari
Beranda

Tunggu Pembahasan KUA PPAS, Dishub Kendari Akan Diserang Pertanyaan

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK- Proyek pembangunan tambat labu di Kota Kendari yang menggunakan anggaran multiyers dianggap bermasalah. Hal inipun akan dipertanyakan pihak Komisi III DPRD kepada Dinas Perhubungan setempat selaku penanggung jawab.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kendari La Ode Ashar mengatakan, momentum pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) mendatang akan dimanfaatkan untuk memperjelas proyek tambat labu tersebut. Serangan pertanyaan untuk pihak dishub telah dipersiapkannya.

“Sejauh yang kami tahu, proyek ini pengerjaannya sedikit bermasalah, dimana berdasarkan laporan yang kami terima bobot kerja dan anggaran yang digunakan tidak sama,” kata Azhar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/8).

Politikus Golkar ini menguraikan, proyek tambat labu pada tahun anggaran 2015 tersebut, pengerjaannya tidak sesuai dengan jumlah anggaran yang disiapkan sehingga ada sisa anggaran yang dikembalikan.

“Pengerjaan proyek ini penganggarannya sesuai dengan bobot kerja, jadi dalam setiap kali penganggaran ada target yang diberikan untuk diselesaikan. Kalau itu tidak terpenuhi maka kemungkinan selesai tepat waktu tidak dapat tercapai,” bebernya.

Apalagi, lanjut mantan aktifis ini, kontrak proyeknya hingga Oktober 2017. Untuk itu, guna mengantisipasi keterlambatan pengerjaannya, Azhar menunggu momentum pembahasan KUA PPAS.

“Saya khawatir proyek ini tidak selesai tepat waktu, sehingga diperlukan penekanan lebih dalam mengantisipasinya,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, kesimpulan akan ditambah atau dikuarnginya anggaran proyek ini pada perubahan anggaran APBD nanti, tergantung dari sejauh mana kehebatan Dishub Kendari meyakinkan anggota komisi III yang bermitra dengannya.

“Kalau dia tidak bisa jelaskan kita dengan baik, sudah pasti anggaran itu kita kurangi karena lebih bagus kita alihkan ke pembuatan drainase, jalan dan perbaikan infrastruktur lainnya yang lebih bermanfaat,” tukasnya.(m2b/nur)

 

To Top