Salah Perencanaan, Pengaspalan Jalan Cepat Rusak – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Salah Perencanaan, Pengaspalan Jalan Cepat Rusak

Inilah kondisi jalan poros Kabaena. Meski baru sebulan lebih kelar, namun jalan ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. (Foto: Ridha/BKK)

Inilah kondisi jalan poros Kabaena. Meski baru sebulan lebih kelar, namun jalan ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. (Foto: Ridha/BKK)

RUMBIA, BKK – Parahnya kerusakan pengaspalan jalan poros Pulau Kabaena yang dikerjakan PT Bilajeng yang selama ini menuai tanda tanya bagi warga setempat akhirnya terjawab. Staf Ahli Bupati Bidang pembangunan, Ir Abu Kahar menungkap, kerusakan jalan yang baru berumur kurang lebih dua bulan tersebut terjadi akibat adanya kesalahan perencanaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU dan TR) Bombana.

“Ada kesalahan perencanaan di Dinas PU, sehingga pengaspalan itu cepat rusak. Berdasarkan pantauan kami dari staf ahli bupati saat monitoring di lapangan, terdapat beberapa kesalahan dalam proses pengaspalan itu,” jelas Abu Kahar yang dikonfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/8).

Sejumlah kesalahan tersebut, kata dia, adalah konstruksi dasar jalan. Menurut dia, dalam proses pengaspalan tersebut tidak dilapisi dengan timbunan lapis A atau bes A sebelum dilakukan pengaspalan, ditambah dengan proses campuran aspal yang kurang tepat.

“Jadi kami lihat, pengaspalan itu ibarat tidak ada slopnya, kemudian ada perubahan campuran kadar aspal dengan pasir. Awalnya memang campurannya bagus, tapi di tempat lain lebih banyak pasirnya ketimbang aspalnya. Ini adalah pengakuan langsung dari pihak pelaksana pekerjaan tersebut,” beber Abu Kahar.

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini, proyek yang menelan dana Rp 17 miliar tersebut kini sedang dalam proses perbaikan pada titik yang mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Bombana, Abdul Rahmat Zainuddin Tahyas ST MT yang dikonfirmasi mengakui, jika proses pengaspalan ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Menurut Rahmat, dari total delapan kilo meter jalan yang sudah tuntas diaspal, terdapat sekitar 2 kilo meter yang sudah mengalami kerusakan.

“Ada kurang lebih dua kilo meter jalan yang baru tuntas diaspal tersebut yang sudah rusak, dan ini sudah kami tinjau langsung di lapangan,” sebutnya.

Dia menjelaskan, kerusakan tersebut terjadi akibat adanya kesalahan dalam proses pengaspalan. “Hasil pantauan kami menunjukkan jika terdapat kesalahan dalam proses pengaspalan ini. Akibat kerusakan ini pula, kami dari dinas terkait sudah melakukan teguran kepada pihak rekanan, bahkan sudah kami suruh bongkar,” tegas Rahmat. (cr2/b)

To Top