Rumah Terbakar, Kini Menumpang di Rumah Keluarga – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Rumah Terbakar, Kini Menumpang di Rumah Keluarga

Askar saat membersihkan sisa-sisa rumahnya yang habis ludes dilalap api. (Foto: Adnan/BKK)

Askar saat membersihkan sisa-sisa rumahnya yang habis ludes dilalap api. (Foto: Adnan/BKK)

Sebuah rumah yang dihuni empat kakak beradik di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-lea, Kota Baubau dilalap si jago merah, Senin sore (22/8). Diduga api berasal dari hubungan arus pendek listrik.

Laporan: Adnan Irham, Baubau

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pasalnya saat rumah terbakar, keempatnya sedang bermain di luar.

Dalam peristiwa itu, hanya dalam setengah jam api membakar habis seluruh barang-barang berharga di dalam rumah di RT 4 RW 2 itu. Hanya pakaian di badan yang kini mereka miliki. Kini keempatnya juga harus tinggal menumpang di rumah bibinya untuk sementara.

Amlin (13), Askar (11), Delima (10), dan Picing (8) tinggal hanya berempat di sebuah rumah beratap seng dan dinding jelaja yang kini tinggal puing-puing. Ayah mereka, Amin Karina atau biasa dipanggil La Pola meninggal dunia setahun yang lalu. Sedangkan Ibunya, Wa Liana merantau ke Papua. “Lebaran kemarin mamanya pulang, dua hari lebaran berangkat lagi,” kata Anggraeni tetangga korban.

Saat kejadian, Amlin dan Askar sedang mancing di laut, sedangkan dua adiknya masih bermain tak jauh dari rumahnya. Tetangga dan warga sekitar tak mampu berbuat banyak memadamkan api. Api juga nyaris menyambar beberapa rumah di sebelah.

Ditemui di depan rumahnya, Selasa (23/08), Askar mengaku ibunya sudah mengetahui peristiwa tersebut. Ibunya hanya berpesan untuk sabar, dan tinggal sementara di rumah bibinya. Setiap bulan, Askar mengatakan ibunya rutin mengirim uang Rp 1.300.000 dari hasilnya menjadi penjaga toko di Nabire, Papua.

“Nda sekolah, nda ada baju, terbakar semua,” kata Askar yang masih duduk di Kelas VII SMP 16 Kolagana.

Tak hanya Askar, kakak dan dua adiknya juga tak bersekolah dengan alasan yang sama, tak punya seragam sekolah. Meski masih ingin ke sekolah, dia tak tahu kapan harus pergi, lantaran masih bingung dan takut.

Lurah Palabusa, Rukiya ketika ditemui di kantornya mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke Dinas Sosial dan Badan Penanggulanan Bencana Daerah untuk meminta bantuan. Meski selama ini ada bantuan rutin dari Program Keluarga Harapan (PKH), namun kini kata dia yang dibutuhkan kakak adik itu hanya rumah.

“Kalau bisa kita minta cepat dibikinkan rumah, karena kasian ini anak mau kemana,” tuturnya. Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Laode Zulkifli yang ditemui di lokasi saat menyerahkan bantuan mengatakan, pihaknya hanya memberikan bantuan tanggal darurat saja, diantaranya, sembako, perlengkapan sekolah, dan perlengkapan tidur. Namun jika dalam satu minggu tak ada perubahan, pihaknya akan melakukan peninjauan ulang.

“Petunjuk teknisnya seperti itu, kalau bantuan rumah itu bukan wewenang kami, tidak ada anggaran untuk itu,” paparnya. (k2/b)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top