KPK Geledah Ruang Kerja Nur Alam – Berita Kota Kendari
Aktualita

KPK Geledah Ruang Kerja Nur Alam

Anggota KPK Setelah Keluar Dari Ruang KErja Gubernur Sultra Nur Alam dan Daftar Buku Tamu di Rujab Gubernur yang Diisi Oleh KPK (RAHMAT RULLAH/ BKK

Anggota KPK Setelah Keluar Dari Ruang KErja Gubernur Sultra Nur Alam dan Daftar Buku Tamu di Rujab Gubernur yang Diisi Oleh KPK (RAHMAT RULLAH/ BKK

KENDARI, BKK- Komisi Pemberatasan Korupsi melakukan penggeledahan di akntor Gubernu Sultra Nur Alam terkait penerbitan izin pertambangan di Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (23/8).

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun oleh Berita Kota Kendari ada 5 titik yang digeledah dan 40 orang anggota KPK yang tersebar.

Temapt-temapt yang menadi target penggeledahan tersebut diantaranya adalah Kantor Gubersnur Sultra, Rumah Pribadi Nur Alam, Rumah Jabatan Gubernur, Dinas ESDM dan Pertambangan Sultra dan yag terakhir adalah Rumah Pribadi Nur Alam yang ada di Jakarta.

Tepat Pukul 10.00 Wita penggeledahan KPK tersebuit dilakukan secara serentak dan berakhir dengan waktu yang berbeda.

Rumah Jabatan Gubernur diperiksa oleh 8 anggota KPK dan dikawal ketak 2 anggota Sabhara Polda dengan durasi waktu sampai pada pukul 12.54 Wita.

Berdasarkan informasi salah seorang yang berada di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur yang tidak ingin diketahui identitasnya menyampaikan bahwa ada 8 anggota yang masuk melakukan penggeladan di tempat tersebut.

“Ada 8 orang KPK yang masuk melakukan penggeledahan, mereka memakai rompi KPK dan dikawal 2 polisi dan 2 polisi pamong praja, ” ungkap pria tersebut.

Ia menambahkan juba bahwa hanya melakukan pemeriksaan pada kamar tamu saja dan tidak ada pemeriksaan diruangan lain.

“Mereka hanya memeriks 4 kamar tamu yang ada dirujab tetapi kami tidak tau pasti apa yang mereka temukan dan mereka bawa, ” terangnya.

KPK sepengetahuan pria tersebut hanya memeriksa lemari dan beberapa meja yang ada kamar tamu di Rujab tersebut.

Sementara itu dikantor Gubernus Sultra ada 5 anggota KPK yang memakai rompi KPK, Kaos tangan karet dan Masker berwarna biru yang melakukan penggeledahan yang juga dimulai pada waktu yang sama pukul 10.00 Wita.

Hasil pantauan yang dilakukan oleh Wartawan Berita Kota penggeledahan tersebut berlangsung sampai pada pukul 17.15 Wita.

penggeledadaha KPK tersebut ditemani oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas bersama Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sultra Kusnadi dan Kepala Biro Umum Beangga Herianto.

Selain ruangan kerja Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam, ruangan berkas surat-surat biro hukum tak luput dari penggeledahan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).

Dari pemantauan Wartawan Berita Kota Kendari Kepala Biro Layanan Pengadaan (BLP) Seta Sultra Rony terlihat mendampingi anggota KPK didalam ruangan biro hukum, tak sampai 10 menit mereka keluar kembali keruangan kerja Gubernur Sultra Nur Alam.

Disamping itu, saat sejumlah PNS ditanyakan terkait kejadian hari ini enggan memberikan komentar. Namun, ada beberapa PNS yang sedang melakukan diskusi bahwa pertama kali datang anggota KPK tidak menggunakan pakaian rompi dan alat lengkap sehingga membuat anggota pengamanan Provinsi Sultra tidak mengetahui kedatangan mereka.

Sementara itu, ditelusuri kendaraan yang digunakan anggota KPK tidak ditemukan dan tidak seorang mengetahui kendaraan jenis apa yang digunakan.

Didalam kantor Gubernu Sultra juga terlihat Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Sultra Lukman Abunawas bersama Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sultra Kusnadi dan Kepala Biro Umum Beangga Herianto terlihat mendampingi anggota KPK RI masuk kedalam ruangan kerja Nur Alam.

Suasana kepanikan terlihat dari raut wajah dan gerak-gerik gelias oknum PNS yang berada di kantor Gunernur Sultra dan menjadikan kejadian ini sebagai tontonan. Namun seluruh PNS diperintahkam untuk masuk kedalam ruangan kerja masing-masing.

Kemudian sat pol PP beserta anggota kepolisian dikerahkan untuk mengamankan agar kondisi di kantor Gubernur Aman dan berada pada lantai 2 sehingga tidk diperbolehkan siapapun memasukio ruangan kerja gubernur tersebut.

Pada pukul 17.15 5 anggota yang terdiri dari 4 laki-laki dn 1 perempuan terebut terlihat keluar dari ruangan Kerja Gubernur Sultra dengan Rompi KPK berwarna abu-abu keluar dengan membawa 2 koper yakni warna merah dan warna hitam yang diketahui bahwa kedau koper tersebut bagian dari dokumen yang berkaitan dengan kasus Izin Pertambangan yang di Sultra.

Setelah para anggota KPK tersebut dikejar oleh awak media tidak ada yang berkomentar mengenai penggeladahan tersebut dan Sekretarsis Daerah Sultra juga Lukman Abunwas tidak memberikan komentar dan justru menghindari pertanyaan yang diberikan oleh awak media.

Saat dikonfirmasi terpisah Humas KPK RI Yuyuk Andriati melalui via telpon bahwa membenarkan adanya penggeladakan pada Gubernur Sultra Nur Alam pada 5 titik.

“Ya hari ini (Kemarin) kami melakukan penggeleadahan di 5 titik yang berbeda mengenai penerbitan izin pertambangan di Sultra dan ditujukan Pada Gubernur Sultra Nur Alam, ” ungkapnya. (p7)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top