Hari Ini Tiga Petinggi PLM Akan Diperiksa Jaksa – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Hari Ini Tiga Petinggi PLM Akan Diperiksa Jaksa

KENDARI, BKK – Hari ini, Rabu (24/8) penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang petinggi PT PLM sebagai saksi dugaan kasus manipulasi hasil produksi emas PT PLM Kabupaten Bombana.

Tiga orang petinggi di PT PLM tersebut masing-masing Kepala Produksi emas PT PLM, Beni Pangestu, Kepala Biro (Karo) keuangan dan administrasi PT PLM, Fahlawi Mujur dan Wakil Direktur (Wadir) PT PLM, Rizal Fachreza akan dimintai keterangan oleh penyidik Kejati Sultra.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo SH MH melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati, Janes Mamangkey SH mengatakan hari ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yang bekerja di PT PLM.

“kami sudah layangkan surat panggilan dan sesuai jadwal, besok (hari ini) kami akan periksa tiga orang petinggi yang bekerja di PT PLM,” kata Janes saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/8).

Ia menambahkan, ketiganya merupakan petinggi yang bekerja di PT PLM yang akan diperiksa dalam kasus manipulasi data hasil produksi emas PT PLM tahun 2010-2011.

“Ketiganya merupakan petinggi. Salah satunya yang akan diperiksa itu adalah Wadir PT PLM,” tambah Janes.

Lanjutnya, sejauh ini, secara keseluruhan pihaknya telah memeriksa sebanyak sembilan orang saksi dalam kasus dugaan manipulasi hasil produksi emas PT PLM.

“Kalau ditambah lagi dengan tiga orang yang akan diperiksa besok secara keseluruhan itu berjumlah 12 orang saksi yang sudah diperiksa,” ujarnya.

Dikonfirmasi mengenai setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi sudah menetapkan seorang tersangka, Janes membantahnya.

“Belum ada tersangkanya, karena mantan pimpinannya PT PLM saja belum diperiksa,” pungkasnya.

Diketahui, PT PLM telah melakukan penyimpangan hukum dengan dua modus sekaligus. Pada tahun 2010 sampai 2011, pihak perusahaan tambang emas yang berada di Kabupaten Bombana tersebut melakukan pemalsuan data hasil produksi emas sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 12 miliar. Sementara untuk ditahun 2012 sampai 2015 PT PLM sama sekali tidak menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau biasa disebut royalti ke kas negara sejumlah Rp 9 miliar. (p5/c/lex)

To Top