Guru Hanor Mengaku Ditipu Temanya – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Guru Hanor Mengaku Ditipu Temanya

Bukti-bukti kwitansi yang korban perlihatkan.

Bukti-bukti kwitansi yang korban perlihatkan.

KENDARI, BKK – Salah satu guru honorer Sekolah Dasar (SD) di bilangan Poasia menjadi korban penipuan oleh kekasihnya sendiri.

 

Korban berinisial MN (35) tinggal di BTN Perumnas Poasia Kecamatan Poasia Kota Kendari, sedangkan temannya berinisial IR (35) berasal dari Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Korban kerap mendapat janji manis oleh temannya, dan sering meminjam berkali-kali pada korban hingga saat ini belum dikembalikan kepada korban.

 

MN menyebutkan secara rinci pinjaman IR yakni pada 3 September 2015 sebesar Rp 5 juta, 28 September 2015 Rp 1,3 juta, 24 Oktober 2015 sebesar Rp 4,3 juta, 3 Desember 2015 Rp 2,1 juta, dan 4 Desember 2015 Rp 11 Juta.

 

Menurut korban IR meminjam dengan alasan untuk buat usaha. Saat korban menagih uang pinjaman pada temannya, bahkan sempat korban datang di rumah temannya yang terletak di bilangan Konsel, malah mendapat hadiah kata-kata oleh istri dan keluarganya. Korban memperlihatkan bukti-bukti kwitansi, surat perjanjian, dan buku koperasi.

 

“Saya pernah datang meminta uang yang dipinjam olehnya, malah saya dikata-katai,” terang korban, Selasa (23/8)

 

Masih kata dia, berbagai macam cara yang dilakukan untuk mendapatkan uang miliknya kembali, yang anehnya, temannya menyuruh mengambil uang di koperasi untuk melunasi uang yang dipinjamnya, dengan perjanian temannya yang akan membayar tagihannya, malah teman korban mengingkari janjinya, sementara sudah ditulis dikertas bermaterai. lagi-lagi korban yang membayar tagihan koperasi hingga saat ini.

 

“Kami melakukan kesepakatan, itupun dia (IR red) yang memintanya. Ambil saja uang di Koperasi untuk mengantikan uang yang saya pinjam, malah tidak pernah membayar tagihan koperasi, malah saya yang bayar hingga sekarang ini,” kesal korban.

 

Lanjutnya, merasa dipermaikan oleh temannya, korban kemudian melaporkan penipuan ini di kepolisian Sektor (Polsek) Poasia.

 

“Kami sudah dipertemukan di Polsek Poasia, namun hingga saat ini uang saya baru kembali Rp 2,5 Juta, dan saya masih tunggu kabar selanjutnya,’ tutupnya. (P4/c/lex)

To Top