40 Petugas KPK Obok-obok Sultr – Berita Kota Kendari
Aktualita

40 Petugas KPK Obok-obok Sultr

Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen saat melakukan penggeledahan di ruang kerja Gubernur dan Biro Hukum Pemprov Sultra. (foto: Rahmat/BKK)

Penyidik KPK mengamankan sejumlah dokumen saat melakukan penggeledahan di ruang kerja Gubernur dan Biro Hukum Pemprov Sultra. (foto: Rahmat/BKK)

KENDARI, BKK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya tak stengah-stengah dalam melakukan penangangan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Sultra H Nur Alam. Buktinya, tidak kurang dari 40 orang terdiri penyidik dan pegawai KPK diterjunkan di Kendari, Selasa (23/8).

Para penyidik dan petugas KPK itu memulainya aksinya sekitar pukul 10.00 Wita dengan membagi diri atau membentuk kelomnpok dalam melakukan penggeledahan yang terkait perbuatan melanggar hukum yang dilakukan NA. Tempat-tempat tersebut antara lain Kantor Gubernur Sultra di Kompleks Bumi Praja Anduonohu terdiri dari ruang kerja Gubernur Nur Alam dan ruang Biro Hukum Pemprov Sultra, Kantor Dinas ESDM Pemprov Sultra di Jl Malik Raya, Rumah Jabatan Gubernur di Jl Taman Surapati, dan rumah mewah pribadi Nur Alam di Jl Ahmad Yani Wua wua Kendari.

Saat melakukan penggeledahan di ruangan kerja Gubernur Nur Alam, para penyidik KPK terlihat memakai rompi warna putih, kaos tangan dan masker. Kedatangan lima orang penyidik KPK di kantor pemerintah Provinsi Sultra sontak membuat kaget sejumlah PNS di kantor tersebut.

“Langsung naik ketemu Pak Sekda, bicara sedikit kemudian ke ruangan kerjanya Pak Gubernur, tapi ruangan terkunci nanti disuruh cari kunci untuk buka ruangan langsung digeledah dengan pakaian rompi tertulis nama KPK itu mi kita kaget,” ujar salah seorang PNS yang tak mau disebutkan namanya.

Saat itu Gubernur Sultra Nur Alam tidak masuk ke kantor karena tengah berada di Jakarta untuk bersiap mengikuti ujian promosi doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Setelah Sekda Lukman Abunawas bersama Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sultra Kusnadi dan Kepala Biro Umum Beangga Herianto terlihat mendampingi anggota KPK RI masuk kedalam ruangan kerja Nur Alam.

Kehadiran tim penyidik KPK ini menarik perhatian sejumlah PNS di kantor gubernur. Beberapa PNS keluar dari ruangan kerja masing-masing untuk melihat tim penyidik KPK menggeledah ruangan pimpinan mereka.

Saat penyidik melakukan pengeledehan dua petugas Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dengan bersenjata lengkap menjaga pintu masuk ruangan kerja gubernur Sultra. Tak hanya itu, sejumlah petugas Satpol PP juga berjaga di tangga masuk ke ruangan kerja gubernur Sultra.

Selain ruangan kerja Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam, ruangan berkas surat-surat biro hukum tak luput dari penggeledahan penyidik KPK.

Dari pemantauan Wartawan Berita Kota Kendari Kepala Biro Layanan Pengadaan (BLP) Seta Sultra Rony terlihat mendampingi anggota KPK didalam ruangan Biro Hukum, tak sampai 10 menit mereka keluar kembali keruangan kerja Gubernur Sultra Nur Alam.

Pada pukul 17.15 Wita 5 anggota yang terdiri dari 4 laki-laki dan 1 perempuan terebut terlihat keluar dari ruangan kerja Gubernur Sultra membawa 2 koper yakni warna merah dan warna hitam yang diketahui bahwa kedua koper tersebut bagian dari dokumen yang berkaitan dengan kasus Izin Pertambangan yang di Sultra.

Setelah para anggota KPK tersebut dikejar oleh awak media tidak ada yang berkomentar mengenai penggeladahan tersebut dan Sekretarsis Daerah Sultra juga Lukman Abunwas tidak memberikan komentar dan justru menghindari pertanyaan yang diberikan oleh awak media.

Hal yang sama juga dilakukan penyidik dan pegawai KPK di rumah jabatan Gubernur Sultra. Rujab gubernur digeledah 8 penyidik KPK dan dikawal ketak 2 anggota Sabhara Polda dengan durasi waktu sampai pada pukul 12.54 Wita.

Berdasarkan informasi salah seorang yang berada di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur yang tidak ingin diketahui identitasnya menyampaikan bahwa ada 8 anggota yang masuk melakukan penggeladan di tempat tersebut.

“Ada 8 orang KPK yang masuk melakukan penggeledahan, mereka memakai rompi KPK dan dikawal 2 polisi dan 2 polisi pamong praja, ” ungkap pria tersebut.

Ia menambahkan juba bahwa hanya melakukan pemeriksaan pada kamar tamu saja dan tidak ada pemeriksaan diruangan lain.

“Mereka hanya memeriks 4 kamar tamu yang ada dirujab tetapi kami tidak tau pasti apa yang mereka temukan dan mereka bawa, ” terangnya.

KPK sepengetahuan pria tersebut hanya memeriksa lemari dan beberapa meja yang ada kamar tamu di Rujab tersebut.

Sementara itu saat penyidik KPK berjumlah tiga orang melakukan penggeledahan sejak pukul 10.15 Wita. Mereka datang menggunakan Toyota avanza hitam bernomor polisi DT 1688 KE dan Toyota Kijang Inova dengan nomor polisi DT 1704 GE.

Selama penggeledahan kondisi kediaman Gubernur Sultra dua periode tersebut tampak lengang. Sementara itu pintu luar dijaga ketat dua orang aparat satpol PP dan polisi berpakaian lengkap sebanyak dua orang.

Usai menggeledah sekira pukul 13.00 wita,terlihat tiga pria yang mengenakan rompi KPK keluar melalui pintu belakang dengan membawah tiga tas besar berwarna hitam

Saat proses penggeledahan di rumah peribadi Nur Alam sempat terjadi keributan antara penjaga rumah dengan wartawan. Kejadiannya ketika seorang laki-laki memakai jaket, menutupi kepalanya dengan pelindung jaket tersebut. Seorang laki-laki lainnya berjenggot dan memakai pakaian biasa.

Tas dan barang tersebut diangkut dengan Taki Ade Prima dengan nomor polisi DT 1669 UV. Sementara pria berjenggot hanya membantu memasukan tas dan barang tersebut.Taksi tersebut meninggalkan kediaman Nur Alam pukul 13.00 WITA.

Sebelum naik ke Taksi, salah seorang perempuan berkerudung sempat berteriak agar gambarnya tidak diambil oleh wartawan.

“Jangan coba-coba ambil gambar. Kalau kalian ambil gambar saya laporkan di dalam,” kata perempuan berkerudung tersebut.

Hal yang sama penyidik juga melakukan penggeledahan di kantor ESDM di Jalan Malik Raya Kendari. Di kantor ini, penyidik KPK juga mengamankan sejumlah dokumen. (p7/b/lex)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top