Suksesi

Sultra Demo Gagas Pilwali Sukses Tanpa Konflik Komunal

Arafat

Arafat

KENDARI, BKK – Sulawesi Tenggara Demokrasi Monitoring (Sultra Demo) sebagai lembaga berakretasi resmi dari KPU Kota Kendari dalam memantau pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwali) Kendari 2017, menggaungkan penyelenggaraan pilwali yang sukses tanpa konflik komunal.

Direktur Eksekutif Sultra Demo, Arafat SE MM mengatakan, Kota Kendari sebagai ibukota provinsi memiliki penduduk dengan keragaman etnis yang tinggi, bisa saja dimanfaatkan kelompok tertentu sehingga memunculkan kondisi yang tidak kondusif dalam pelaksanaan Pilwali 2017.

Kota Kendari merupakan pusat pemerintahan provinsi Sultra tentunya ekskalasinya sangat menentukan pada pemilihan di enam kabupaten lain. Bahkan boleh dikatakan Kota Kendari akan menjadi barometer demokrasi di Sultra,” kata Arafat kepada Harian Berita Kota Kendari (BKK), Senin (22/8).

Arafat mengungkapkan, secara nasional pelaksanaan pilkada tidak sedikit berujung pada konflik yang diakibatkan penyelenggara pemilihan bersikap berpihak, dan melahirkan kebijakan yang tidak berdasarkan prosedur perudang-undangan.

Namun berdasarkan pengalaman Pilwali lima tahun lalu, kata Arafat, Kota Kendari justru mendapat predikat A dari Kapoldsa Sultra. Padahal saat itu di Kota Kendari hampir bersamaan berlangsung kegiatan nasional yakni PESPARAWI.

Menurutnya, suksesnya Pilwali saat itu karena koordinasi antar sesama penyelenggara KPU, Bawaslu beserta jajarannya berjalan dengan baik. Selain itu Forum Muspida dan lintas stakeholder baik organisasi vertikal maupun horizontal kordinasinya berjalan baik tanpa mempengaruhi kewenangan masing-masing.

“Kita berharap agar keberhasilan ini menjadi pelajaran untuk mensukseskan pelaksanaan Pilwali mendatang ini sehingga kami mengajak seluruh stakeholders untuk menggaungkan pelaksanaan Pilwali Kendari sukses tanpa konflik komunal,” ujar Arafat.

Dalam rangka menyukseskan program ini, Sultra Demo akan menggelar Dialog Publik dengan tema “Peran dan Pola pencegahan konflik komunal dalam pelaksanaan Pilwali Kendari 2017, untuk menciptakan Kota Kendari aman dan masyarakat Sultra harmonis”

 

Dialog ini rencananya akan berlangsung pada Kamis (25/8) di Hotel Kubra Kendari. Dalam kegiatan, menurut Ketua Panitia Pelaksana M Atman Mappa, akan menghadirkan tiga nara sumber yakni Kapolres Kendari, Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu SSos, dan Ketua Panwaslu Kota Kendari.

 

Atman menjelaskan, kegiatan dialog bertujuan pertama, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan dini terhadap potensi-potensi prilaku yang muncul berdampak pada lahirnya komflik komunal berbasis kepentingan elit politik.

Kedua, mengajak segenap elemen masyarakat untuk bersatu-padu menjaga harmonisasi kehidupan di Kota Kendari demi mewujudkan Kendari yang aman dan damai.

Dan tujuan ketiga sebut Atman yakni penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu beserta jajaraan mengkoordinasi tugas-tugas dan kewenangan agar potensi konflik komunal dapat dicega hingga pelaksanaan pemilihan berjalan dengan sukses pelaksanaan dan sukses stabilitas keamanan.

Peserta kegiatan ini diharapkan 80 orang yang terdiri dari organisasi kemasyarakatan, KPUD, PANWASLI, pers dan mahasiswa. (lex)

To Top