Plt Direktur PT PLM Diperiksa Empat Jam – Berita Kota Kendari
Aktualita

Plt Direktur PT PLM Diperiksa Empat Jam

KENDARI, BKK – Pelaksana tugas (Plt) Direktur Panca Logam Makmur (PLM) Kabupaten Bombana, Darwin diperiksa jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra selama empat jam, Senin (22/8).

Selain Darwin, penyidik juga ikut memeriksa Human Resources Development (HRD) PT PLM, Jamaluddin di ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sultra.

Pantauan jurnalis Berita Kota Kendari (BKK), keduanya (Darwin dan Jamaluddin) datang di Kejati Sultra secara bersama-sama pukul 11.00 Wita tanpa didampingi penasihat hukumnya kemudian masuk di ruang penyidik Kejati Sultra yang kemudian dilakukan pemeriksaan secara tertutup.

Usai diperiksa selama empat jam di ruang pidsus secara tertutup, Darwin keluar dan enggan memberikan komentar. Bukan hanya itu, dirinya juga membantah bahwa hadirnya di Kejati Sultra karena terkait dugaan manipulasi data hasil produksi emas PT PLM di Kabupaten Bombana.

“Saya bukan Darwin. Saya kesini (Kejati Sultra) bukan untuk diperiksa,” singkatnya lalu pergi.

Sementara saat ditemui, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo SH MH melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas), Janes Mamangkey SH membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Darwin.

“Iya sesuai jadwal hari ini kami periksa dua orang saksi yakni, Darwin selaku Plt PT PLM dan juga Jamaluddin selaku HRD PT PLM,” kata Janes saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Keduanya, lanjut dia, diperiksa sekaligus di ruang penyidik pidsus Kejati Sultra untuk dimintai ketarangan terkait dugaan manipulasi hasil produksi emas PT PLM yang diduga dilakukan manipulasi data pada tahun 2010 dan 2011 selain itu, juga ikut diperiksa mengenai tidak dilakukannya pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke kas negara ditahun 2012-2015.

“Kan dalam kasus ini ada dua perkara penyidikan dipisahkan yakni mengenai manipulasi data hasil produksi emas dan tidak dilakukannya pembayaran PNBP ke kas negara,’ lanjut Janes.

Dibeberkan, hasil pemeriksaan keduanya mengenai seputaran saat keduanya bekerja di perusahaan produksi emas di Kabupaten Bombana tersebut.

“Materi pemeriksaannya itu hanya sebatas sejauh mana keterlibatan keduanya di PT PLM. Yang pasti kita periksa mereka karena keduanya sangat diperlukan keterangannya dalam mengungkap kasus ini,” bebernya.

Dikonfirmasi mengenai apakah dari hasil pemeriksaan terhadap Darwin dan Jamaluddin pihaknya telah menetapkan seorang tersangka, Janes menjelaskan sama sekali belum bisa menetapkan seorang tersangka, pasalnya sampai saat ini pihaknya sama sekali belum memeriksa mantan pimpinan PT PLM yakni Tommy Jingga dan Suhandoyo.

“Belum ada tersangkanya. Kan kita belum periksa pimpinan PT PLM. Masih ada bukti-bukti tambahan yang kami butuhkan. Ada dugaan data yang kami butuhkan itu disembunyikan,” jelasnya.

Diketahui, PT PLM telah melakukan penyimpangan hukum dengan dua modus sekaligus. Pada tahun 2010 sampai 2011, pihak perusahaan tambang emas yang berada di Kabupaten Bombana tersebut melakukan pemalsuan data hasil produksi emas sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 12 miliar. Sementara untuk ditahun 2012 sampai 2015 PT PLM sama sekali tidak menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau biasa disebut royalti ke kas negara sejumlah Rp 9 miliar. (p5/c/lex)

To Top