Petinggi PT Wika Diperiksa Penyidik Polda – Berita Kota Kendari
Aktualita

Petinggi PT Wika Diperiksa Penyidik Polda

KENDARI, BKK – Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra)akhirnya resmi memeriksa Manager Operasional, Sunardi dan Kepala Teknik Tambang (KTT) Wahyudin dari pihak PT Wijaya Kusuma (Wika) Bitumen, Senin (22/8).

Keduanya diperiksa penyidik Tipiter sekira beberapa jam dengan diserang sejumlah pertanyaan, berkaitan dengan laporan masayarakat bahwa perusahaan tambang aspal itu telah melakukan aktivitas penambangan tidak sesuai dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Kasubdit IV Tipiter Direskrimsus Polda Sultra, AKBP Hartono, mengatakan pihaknya sudah lakukan periksaan hari ini Manager Operasional, Sunardi dan Kepala Teknik Tambang (KTT) Wahyudin. Keduanya hanya minta kalrifikasi atas laporan dari masayarakat dalam kasus itu penyidik belum menetapkan tersangka, masih mengumpulkan berkas terkait dengan adanya dugaan penambangan di luar IUP. Maenurut Hartono, setelah menggali informasi lebih dalam terhadap dua orang yang dianggap bertanggungjawab dalam dugaan kasus itu, pihaknya kembali akan memanggil sejumlah orang yang dianggap tau akan beraktifitasnya perusahaan itu.

“Kita masih akan periksa saksi lagi, sala satunya karyawan yang tau saat perusahaan melakukan penambangan aspal,” ujarnya

Hartono.

Hartono menyatakan, pihaknya sampai saat ini terus menggali informasi terkait dengan keberadaan pihak-pihak yang terlibat secara langsung saat melakukan aktifitas penambangan aspal tidak sesuai dengan IUP, diantaranya bagian produksi, operator alat berat dan pemilik alat berat.

“Kembali bahwa tambang yang sudah beroperasi sejak tahun 1961 itu diduga tengah melakukan penambangan melewati batas yang tertera sesuai dengan IUP. Dimana lanjut Hartono, sesuai batas yang telah ditentukan perusahaan BUMN ini hanya dibolehkan melakukan penambangan sampai di desa Wining, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, namun berdasarkan hasil penyelidikan tambang itu menambang dengan melebihi batas sampai masuk di Desa Mantono,” tambahnya.

Seperti yang temukan banyak blok-blok yang dibuka, namun setelah periksa kedua orang tadi saat ini kita sudah tau siapa-siapa yang mengolah di luar tambang tersebut.

Sementara Kepala tekhnik tambang Wahyudin saat dikonfirmasi, Ia membantah secara resmi bahwa pihaknya telah melakukan penambangan melebihi batas sesuai dengan yang tertera dalam IUP.

“Iya memang kami melakukan penambangan tapi kalau ada laporan bahwa perusahaan kami itu ilegal itu tidak benar, kami menambang telah sesuai IUP,” katanya.

Diketahui pada panggilan pertamanya   Manager Operasional, Sunardi dan Kepala Teknik Tambang (KTT) Wahyudin ogah menghadiri panggilan pertama dari penyidik dikarenakan masih ada kegiatan tertentu yang harus diselesaikan.

Salah satu Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dalam melakukan produksi diduga melebihi kapasitas, tidak sesuai dengan surat izin usaha atau IUP. (P4/c/lex)

To Top