Jika Harga Rokok Naik, Akan Memicu PHK – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Jika Harga Rokok Naik, Akan Memicu PHK

La Mandi SE. (Nirwan/BKK)

La Mandi SE. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – September mendatang pemerintah akan menaikan harga rokok sebesar Rp 50 ribu perbungkus, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menilai seharusnya pemerintah tidak sekaligus tetapi harus secara bertahap.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum (Ketum) Kadin Sultra La Mandi SE, kata dia, naiknya harga rokok akan berdampak beberapa hal dari sisi ekonomi, diantaranya konsumen rokok akan berkurang yang berakibat kepada pendapatan pengusaha rokok dan bea cukai akan berkurang.

“Apalagi pabrik rokok di Indonesia kurang lebih sekitar 3.800 dengan jumlah pekerja yang mencapai 6,1 juta. Bisa jadi menurut saya pekerja dipabrik rokok akan menjadi pengangguran akibat naiknya harga rokok tersebut,” ungkap La Mandi Senin (22/8).

Seharusnya, lanjut La Mandi, pihak pemerintah langsung serta merta menaikan harga rokok yang tinggi, tetapi harus dilakukan secara bertahap agar pihak pengusaha bisa melakukan penyesuaian. Selain itu, tutur La Mandi, pemerintah juga harus menyesuaikan dengan pendapatan masyarakat.

“Di tahun 2015 lalu cukai yang diterima oleh pemerintah kurang lebih Rp 56 triliun, untuk Sultra kurang lebih Rp 20 triliun 17 kabupaten/kota. Dengan demikian menurut saya dari rokok bisa membangun tiga Provinsi setiap tahunnya,” ujarnya.

Jadi, pungkas La Mandi, yang paling penting dilakukan pemerintah adalah bukan menaikan maupun menurunkan harga barang lainnya, tetapi yang terpenting adalah membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan menciptakan kondisi ekonomi yang lebih baik supaya masyarakat bisa hidup dengan sejahtera yang mampu membeli apa saja yang bermanfaat untuk dirinya maupun keluarganya.

“Olehnya itu menurut saya pemerintah harus bijak, karena perintah sudah cukup menikmati kontribusi yang diberikan oleh rokok tersebut,” ujarnya. (m3/c/lex)

 

To Top