Hari Ini Yani Akan Kembali Disidangkan – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Hari Ini Yani Akan Kembali Disidangkan

KENDARi, BKK – Ahmad Yani Sumarata salah satu terdakwa korupsi pembangunan Kantor Bupati Konawe Utara (Konut) tahap II dan III akan kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari dengan agenda pemeriksaan saksi, Selasa (23/8).

Ahmad Yani kala itu menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) terbukti secara sah melakukan penyelewengan jabatan hingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 2,3 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo SH MH melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati, Janes Mamangkey SH membenarkan pihaknya akan kembali melakukan persidangan dengan terdakwa Ahmad Yani.

“Iya sesuai jadwal besok itu agenda sidangnya mengenai pemeriksaan saksi,” kata Supardi saat ditemui di ruangannya, Senin (22/8).

Ia menambahkan, dalam persidangan kali ini, pihaknya akan menghadirkan dua orang saksi yakni mantan kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Konut Alimuddin dan Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan, Samsul Mustaqim yang tidak lain merupakan terpidana dikasus yang sama sebelumnya telah divonis majelis hakim pengadilan Tipikor Kendari.

“Dua orang saksi yang kita hadirkan untuk persidangan di Pengadilan Tipikor besok yakni, Alimuddin dan Samsul Mustaqim,” tambahnya.

Dikonfirmasi mengenai mengapa sampai saat ini pihaknya belum melakukan penahanan bahkan melimpahkan berkas mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman ke Pengadilan Tipikor Kendari yang secara nyata telah ditetapkan sebagai tersangka dikasus tersebut, Janes mengungkapkan, pelimpahan berkas Aswad itu bukan lagi menjadi tanggung jawab Kejati Sultra, pasalnya pihaknya telah melimpahkan ke Kejari Konawe.

“Coba tanya saja di Kejari Konawe, karena kami sudah limpahkan berkas Aswad di Kejari Konawe dan sekarang sudah menjadi tanggung mereka untuk melimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui selulernya, penasihat hukum terdakwa, Syahirudin Latif meminta kepada majelis hakim untuk menangani perkara ini secara adil pasalnya sampai hari ini hanya kliennya yang ditahan jaksa.

“Masa dalam kasus ini Kejati Sultra sudah menetapkan sembilan orang tersangka, salah satu yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman. Tetapi kenapa sampai hari ini hanya Ahmad Yani yang ditahan,” kesalnya.

Dikonfirmasi mengenai penangguhan penahanan seperti permohonan yang diajukan pada persidagan sebelumnya, Latif mengungkapkan, dirinya tetap akan meminta kepada mejelis hakim agar mengabulkan penangguhan penahanan terhadap kliennya tersebut.

“Sekarang Ahmad Yani sudah menjadi tahanan hakim. Semoga majelis bisa mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap klien saya,” harapnya.

Diketahui, dalam persidangan pekan lalu yang dipimpin ketua majelis hakim, Andi Arwana SH didampingi hakim anggota Darwin dan Mulyono, Ahmad Yani didakwa Jaksa penuntut Umum (JPU) Rahmat G SH secara sah telah terbukti melanggar Undang-Undang (UU) Tipikor saat dirinya menjabat sebagai KPA dalam pelaksanaan proyek pembangunan Kantor Bupati Konut tahap II dan III tahun 2010-2011 sehingga dijerat dengan dengan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 KUHAP.

Untuk mengingatkan kembali, korupsi pembangunan Kantor Bupati Konut tahap II dan III Tahun 2010-2011 ini membuat negara rugi hingga Rp 2,3 miliar sesuai hasil audit BPK Perwakilan Sultra. Lalu kemudian, Aswad Sulaiman datang pada, Selasa (23/2) lalu, dan menyerahkan uang tunai Rp 2,3 miliar ke Kejati Sultra sebagai uang pengganti kerugian negara. (p5/c/lex)

Click to comment
To Top