Dalih Minta Pijat, Paman ‘Embat’ Ponakan – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Dalih Minta Pijat, Paman ‘Embat’ Ponakan

Ilustrasi

Ilustrasi

BURANGA, BKK- Aksi dugaan pencabulan anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpah RS (16) warga Kelurahan Lipu Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (Butur), harus merelahkan kegadisannya kepada Dasrin.

Dasrin yang merupakan suami dari bibi korban akhirnya harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah dilaporkan RS sendiri di Polsek Kulisusu, pada hari Minggu (21/8) Pukul 16.00 Wita.

Kapolsek Kulisusu Komisaris Polisi (Kompol) Rahman Dundu Regasa, membenarkan adanya laporan atas dugaan pencabulan tersebut. “Ya benar kemarin itu korban melapor disini,” kata Rahman saat ditemui di kantornya, Senin (22/8).

Dihadapan polisi, ujar mantan Kabag Ops Polres Wakatobi ini korban menceritakan awal kejadian hingga pelaku tega mencabuli ponakan dari istrinya itu. Dimana, pada hari, Rabu (6/4) lalu, sekitar pukul 19.00 Wita, saat itu RS sedang asik baring-baring di dalam kamarnya, tiba-tiba datang pelaku untuk meminta bunga agar memijat betis Dasrin. Akan tetapi, RS tak mau, lalu Dasrin menarik tangan korban dan membuka baju dan celana korban. Korban sempat berteriak namun mulut korban ditutup oleh tangan pelaku.

“Kita dapat pengakuan dari korban kalau awalnya itu pelaku minta dipijat, tapi korban tak mau, tapi dia paksa, disitulah awalnya Dasrin mulai melakukan aksinya,”jelas Rahman.

Usai menggagahi tubuh RS, yang terjadi di kediaman Darsin yang beralamatkan di Jalan By Pass Kelurahan Lipu, Kecamatan Kulisusu, Kemudian Dasrin mengancam korban agar tidak menceritakan hal yang sudah diperbuatnya kepada siapapun.

“Pelaku mengacam korban, kalau kamu ribut dan cerita sama orang-orang saya akan bunuh kamu, seperti itu bunyi ancamannya,”imbuhnya.

Dengan adanya ancaman seperti itu, RS harus relah diganggahi oleh pamannya sendiri hingga berulang-ulang kali. Peristiwa serupa kembali lagi terjadi, ditempat yang sama, pada hari Kamis, (18/8) sekitar Pukul 20.00 Wita, Dasrin kembali menyetubuhi gadis putus sekolah tersebut.

Tak tahan akan perbuatan Dasrin, akhirnya cerita tersebut terbongkar, setelah Bunga melaporkan kejadian itu ke aparat Polsek Kulisusu, Minggu (21/8), tiga hari sesudah kejadian terakhir.

“Korban sudah tak tahan atas perbuatan pelaku, maka dia melaporkannya,” pungkasnya.

Saat ini, tambah Rahman pihaknya masih menunggu hasil visum, setelah itu akan dilakukan pemeriksaan kepada pelaku.

“Terduga belum kami tahan, masih melakukan pendalaman, sambil menunggu hasil visum, kami akan lakukan pemeriksaan lebih intesif kepada korban dan pelaku,”jelasnya.(k5/c/lex)

Click to comment
To Top