Dugaan Korupsi Water Sport Dilimpahkan ke Pidsus – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Dugaan Korupsi Water Sport Dilimpahkan ke Pidsus

Proyek Water Sport Kendari yang terletak di samping TWT Kendari belum lama dibangun sudah digoyang isu korupsi. (Foto: Dok BKK)

Proyek Water Sport Kendari yang terletak di samping TWT Kendari belum lama dibangun sudah digoyang isu korupsi. (Foto: Dok BKK)

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari bagian Inelijen kini telah melimpahkan penanganan perkara dugaan korupsi pembangunan Water Sport Kendari di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra 2015 kebagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kendari.

Setelah sebelumnya, penyidik memeriksa beberapa orang saksi dalam penyelidikan dugaan kasus korupsi pembangunan Water Sport Kendari yakni, Kepala Bidang (Kabid) Standarisasi Akuntansi, Mirul, Bendahara, Irmayanti, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Asman Embo dan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dari perusahaan yang memenangkan tender PT Wulandari Perkasa, Andi Natsir. Kini penyidik intelijen Kejari Kendari akhirnya melimpahkan perkara ke bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kendari pada Kamis (18/8) lalu.

Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari, Indra Efendi SH mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga mengetahui kasus tersebut, kini pihaknya telah melimpahkan berkas perkara ke-Pidsus Kejari Kendari.

“Kami sudah limpahkan ke-bagian pidsus. Sudah ada beberapa orang juga saksi-saksi yang kami periksa,” kata Indra saat dikonfirmasi melalui selulernya, Sabtu (20/8).

Sebelum melimpahkan ke-Pidsus Kejari Kendari, sambung dia, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi termaksud PPK dan kontraktor pemenang tender yakni PT Wulandari Perkasa. Dikonfirmasi mengenai apakah pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra, Zainal Koedoes yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran saat proses pembangunan Water Sport Kendari Zainal Koedoes , Indra mengungkapkan sama sekali belum dilakukan pemeriksaan.

“Sudah ada beberapa saksi yang dipriksa. Kalau Zainal Koedoes belum kita periksa sama sekali,” ungkap Indra.

Terpisah, saat dikonfirmasi kepada Kepala Seksi Pidana Khusus (kasipidsus) Kejari Kendari, Tajuddin SH membenarkan dirinya telah menerima berkas pelimpahan kasus dugaan korupsi pembangunan Water Sport Kendari.

“Iya kami sudah terima pelimpahannya dari bagian Intelijen. Dan saat ini kami yang menangani perkara tersebut,” ujar Tajuddin.

Lanjutnya, saat ini pihaknya akan mengagedakan pemeriksaan saksi ahli dari Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Kendari untuk mendapatkan keterangan materi dan spesifikasi bahan material yang digunakan dalam proyek tersebut.

“Pekan depan kami akan minta keterangannya ahli bagian kontruksi untuk melihat spesifikasi bahan dan material yang digunakan pembangunan Water Sport Kendari,” lanjut Tajuddin.

Lelaki yang juga pernah menjadi Hubungan Masyarakat (Humas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) sultra ini membeberkan, kasus ini masih sementara proses penyelidikan yang ditangani pihak Kejari Kendari.

“Belum dinaikkan statusnya. Kasus ini masih tahap penyelidikan, jadi jangan dulu terlalu diekspose,” bebernya.

Diketahui, pembangunan water sport Teluk Kendari yang direalisasikan tahun anggaran 2015 lalu itu dilaporkan terindikasi ada penyimpangan. Pembangunan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diduga menggunakan bahan material yang tidak tepat sehingga mengakibatkan banyaknya kerusakan-kerusakan dan terbengkalai bangunan kecil disisi teluk.

Dalam dugaan Korupsi pembangunan Water Sport Kendari yang berlokasi di teluk Kota Kendari hingga hari ini pembangunannya belum rampung dan sudah melewati masa kontrak. Proyek multiyears tersebut melekat pada Dinas pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra yang dibangun pada awal tahun 2015 lalu dan sudah menghabiskan anggaran senilai Rp 3,4 miliar lebih dengan luas areal 1,4 hektar. Penyidik Kejari Kendari telah memeriksa tiga orang dari dinas Pariwasata dan Ekonomi Kretif Sultra masing-masing Kepala Bidang (Kabid) Standarisasi Akuntansi, Mirul, Bendahara, Irmayanti dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Asman Embo dan kontraktor pemenang tender dari perusahaan PT Wulandari Perkasa, Andi Natsir. (p5)

To Top