Mantan Pimpinan PT PLM Diancam Dijemput Paksa – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Mantan Pimpinan PT PLM Diancam Dijemput Paksa

Mantan pimpinan PT PLM Tommy Jingga saat menjalani persidangan di PN Kendari. (foto: DOK BKK)

Mantan pimpinan PT PLM Tommy Jingga saat menjalani persidangan di PN Kendari. (foto: DOK BKK)

KENDARI, BKK – Mantan pimpinan PT PLM,Tommy Jingga mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk dimintai keterangan atas dugaan manipulasi hasil produksi emas tahun 2010-2011.

Setelah penyidik memeriksa sebanyak tujuh orang saksi, diantaranya staf keuangan di PT PLM, penyidik melakukan pemanggilan terhadap Tommy Jingga selaku mantan pimpinan PT PLM. Namun mangkir dari panggilan penyidik.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo SH MH melalui, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas), Janes Mamangkey SH mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap mantan pimpinan PT PLM untuk dimintai ketarangan.

“Kami sudah panggil untuk dimintai keterangan, tetapi sampai hari ini mantan pimpinan PT PLM (Tommy Jingga) belum juga hadir (mangkir) tanpa alasan yang jelas,” kata Janes saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/8).

Janes menegaskan, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan terhadap Tommy Jingga, namun jika kembali mangkir dari panggilan penyidik, pihaknya akan melakukan penjemputan secara paksa.

“Kalau sampai tidak hadir lagi, kami akan jemput dengan paksa,” tegasnya.

Lanjutnya, keterangan Tommy Jingga sangat diperlukan untuk memberikan keterangan terkait manipulasi hasil produksi emas tahun 2010-2011. Janes menduga adanya data yang disembunyikan sehingga menghambat dalam menetapkan tersangka.

“Masih ada bukti-bukti tambahan yang kami butuhkan. Ada dugaan mereka menyembunyikan data yang kami butuhkan tersebut,” ucapnya.

Diketahui, PT PLM telah melakukan penyimpangan hukum dengan dua modua sekaligus. Pada tahun 2010 sampai 2011, pihak perusahaan tambang emas yang berada di Kabupaten Bombana tersebut melakukan pemalsuan data hasil produksi emas sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 9 miliar. Sementara untuk ditahun 2012 sampai 2015 PT PLM sama sekali tidak menyetorkan royalti ke kas negara sejumlah Rp 12 miliar. (p5/c/lex)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top