Headline

Dua Putra Sultra Terima Bintang Dharma

Dua putra Sultra, Marsda TNI Supomo (paling kanan) dan Marsda TNI Bahrim (paling kiri) berfoto bersama usai menerima Bintang Dharma Yudha Utama dari Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Kamis(18/8). (foto: IST)

Dua putra Sultra, Marsda TNI Supomo (paling kanan) dan Marsda TNI Bahrim (paling kiri) berfoto bersama usai menerima Bintang Dharma Yudha Utama dari Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Kamis(18/8). (foto: IST)

JAKARTA, BKK – Dari 78 Perwira Tinggi (Pati) TNI yang mendapat tanda kehormatan dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap, Kamis(18/8), ternyata terdapat putra daerah asal Sulawesi Tenggara yakni Marsda TNI Supomo SIP MSc (Staf Khusus Kasau) dan Marsda TNI Barhim (Asops Kasau).

Kedua putra Sultra yang sama-sama kelahiran Kabupaten Muna itu dianugrahi Bintang Yudha Dharma Pratama bersama 23 Pati TNI lainnya.

25 Pati TNI penerima Bintang Yudha Dharma Pratama adalah Mayjen TNI I Gede Sumertha KY (Dekan Fakultas Strategis Pertahanan Unhan Kemhan), Mayjen TNI Nukman Kosadi (TA Pengajar Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas), Mayjen TNI Purwadi Mukson (Danpusterad), Mayjen TNI Pratimun (Danseskoad), Mayjen TNI Sakkan Tampubolon (TA Pengkaji Bid. Geografi Lemhannas).

Mayjen TNI Teddy Lhaksmana WK (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Lodewyk Pusung (Pangdam I/BB), Mayjen TNI Heboh Susanto (Staf Khusus Kasad), Mayjen TNI Riyanto Edyono (Staf Khusus Kasad), Mayjen TNI Dodik Widjanarko (Danpom TNI), Mayjen TNI Hartomo (Gubernur Akmil), Mayjen TNI Muhammad Herindra (Danjen Kopassus).

Mayjen TNI E Andika Perkasa (Pangdam XII/Tpr), Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko (Pangdam IX/Udy), Mayjen TNI (Mar) Sturman Panjaitan (Staf Khusus Kasal), Laksda TNI Darwanto (Panglima Koarmatim), Marsda TNI Anang Murdianto (Irjenau), Marsda TNI Warsono (Sahli Bid. Ketahanan Nasional Kemenkopolhukam), Marsda TNI Dedi Nitakomara (TA Pengajar Bid. Ideologi Lemhannas).

Marsda TNI Abimanyu Heru Antono (Staf Khusus Kasau), Marsda TNI Adrian Wattimena (Dankorpaskhas), Marsda TNI Supomo (Staf Khusus Kasau), Marsda TNI Barhim (Asops Kasau), Marsda TNI Asnam Muhidir (Wadan Sesko TNI), dan Marsda TNI Tri Budi Satriyo (Staf Khusus Kasau).

Menurut Panglima TNI, penganugrahan bintang seperti ini hanya kepada orang-orang terpilih negara menganugerahkan penghargaan berupa Tanda Kehormatan negara. Mereka yang menerima telah diseleksi secara ketat, cermat.

Menurutnya, mereka dinilai dengan penuh ketelitian, bukan hanya kinerjanya dalam satuan tetapi juga tentang kesetiaannya, dedikasinya. Bahkan keberaniannya berjuang dengan rela berkorban demi bangsa dan negara.

“Tanda Kehormatan ini merupakan sesuatu yang memiliki nilai tinggi, yang setiap penerimanya adalah orang-orang terhormat dan pantas dihormati oleh negara,” ujarnya.

Untuk diketahui bahwa bahwa Supomo lahir di Raha pada 07 Feberuari 1959. Dia menghabiskan massa kecilnya hingga menamatkan sekolah dari SD, SMP, dan SMA di Kota Raha.

Setelah tamat SMA Negeri 278 atau SMA Negeri 1 Raha pada 1977, dia berhasil lolos masuk Akabri bagian AAU tahun 1978 dan lulus tahun 1983. Setelah berdinas di TNI dia memulai karirnya sebagai Kaurpam Lanud Patimura Ambon, lalu karirnya terus naik hingga kemudian mencapai pangkat bintang dua dan menempati posisi strategis yakni Wakil Kepala BAIS dan saat ini Staf Khusus KSAU.

Supomo juga lama ditugaskan di luar negeri sebagai atase pertahanan di beberapa negara diantaranya, di KBRI Ottawa, Thailand, dan Brazil.

Sementara Marsda TNI Barhim juga kelahiran Raha Kabupaten Muna 8 Mei 1960. Dia juga menghabiskan massa kecilnya hingga menamatkan sekolah dari SD, SMP, dan SMA di Kota Raha.

Barhim merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara 1984. Dalam perjalanan karirnya di TNI AU tergolong cemerlang dia berhasil menempati sejumlah jabatan komandan diantaranya Komandan Skadron Udara 15 Lanud Iswahyudi (1999), Komandan Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru (2000), dan Komandan Lanud Supadio Pontianak (2004).

Setelah itu menjadi Dosen Madya Sesko TNI (2006), Asops Kohanudnas (2008), Danlanud Sultan Hasanuddin (2011), Staf Khusus KSAU (2014), Kas Kohanudnas (2014), Pangkoopsau II (2015), hingga jabatan terakhirnya Asop Kasau (2015). (lex)

To Top