Pegawai Kejati Sultra dan Mahasiswa Nyaris Bentrok – Berita Kota Kendari
Beranda

Pegawai Kejati Sultra dan Mahasiswa Nyaris Bentrok

Puluhan Mahasiswa Yang tergabung Dalam Aliansi Pemerhati Rakyat (Ampera) Saat Melakukan Aksi Unjuk Rasa di Kejati Sultra, Kamis (18/8). (foto: Rudy/BKK)

Puluhan Mahasiswa Yang tergabung Dalam Aliansi Pemerhati Rakyat (Ampera) Saat Melakukan Aksi Unjuk Rasa di Kejati Sultra, Kamis (18/8). (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Puluhan mahasiswa nyaris bentrok dengan pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) saat menggelar aksi demo, Kamis (18/8). Untungnya polisi dengan sigap segera melerai.

Kelompok mahasiswa ini, menggelar aksi demo di Kejati Sultra untuk kembali mempertanyakan laporan kasus dugaan korupsi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Konawe Utara (Konut) tahun 2015. Pasalnya telah beberapa kali disuarakan namun pihak kejaksaan terkesan lamban dalam melakukan penanganan.

Kordinator lapangan (Korlap) Jurawal mengatakan, pekan lalu telah memasukan laporan dugaan kasus korupsi tersebut ke Kejati Sultra, namun sampai hari ini pihak kejati belum ada kejelasan atas kasus korupsi tersebut. Jangankan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, melakukan peninjauan ke lokasi untuk mengumpulkan barang bukti, juga sama sekali belum dilakukan.

“Kami kesini (Kejati Sultra) untuk mempertanyakan kinerja Kejati Sultra sampai dimana dalam mengusut kasus atas dugaan korupsi TPAS Konut. Jangan sampai laporan kami mengendap di kejati, ” teriak Jurawal dalam orasinya.

Menurutnya, kasus yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 ini, diduga telah menyimpang dari kontrak kerja sehingga diindikasikan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan TPAS Konut tersebut.

“Olehnya itu kami meminta agar pihak kejati segera melakukan penyelidikan atas kasus ini. Jangan dibiarkan mengendap dan seolah-olah pihak kejati menututup-nutupi kasus ini. Kasus ini sudah jelas bahwa telah terjadi korupsi, pasalnya anggaran telah cair 100 persen sementara pembangunannya sudah tidak dilanjutkan lagi, apakah ini bukan korupsi,” jelas Jurawal.

Lanjutnya, orang yang paling bertanggung jawab penuh saat melakukan pembangunan TPAS Konut adalah direktur PT Pratama Godean Jaya. Sehingga pihak kejati harus segera melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Jangan biarkan koruptor berkeliaran pak jaksa. Mangkraknya pekerjaan ini diduga kuat melibatkan bapak Abdul Rivai dan pimpinan PT Pratama Godean Jaya. Makanya periksa secepatnya, cari buktinya dan tahan dia. Jangan ada dusta dalam penyelidikan ini. Jangan hianati warga Kabupaten Konut yang selama ini harus membuang sampah di tempat yang mencemari lingkungan,” lanjut Jurawal.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kejati Sultra melalui Koordinator Intelejen Baharuddin SH menyatakan, laporan atas dugaan korupsi TPAS Konut masih terus diselidiki. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan berkas laporan dari masyarakat dan belum melakukan pada proses pemeriksaan perkara yang dilaporkan.

“Laporannya sudah diterima. Sesuai prosedur kami harus telaah dulu kemudian akan didisposisi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo,SH, MH, untuk kemudian akan dibentuk tim untuk dilakukan penyelidikan dalam kasus ini apakah memang betul adanya indikasi korupsi dalam pembangunan TPAS Konut seperti yang dituduhkan itu,” jelasnya. (p5/b/nur)

 

Click to comment
To Top