Aktualita

Kejari Lasusua Segera Tetapkan Tersangka ADD Fiktif

LASUSUA, BKK -Kejaksaan Negeri (Kejari) Lasusua segera menetapkan tersangka kasus dugaan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Alokasi Dana Desa (ADD) fiktif di Desa Koreiha, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara pada 2009 sampai 2014. Penetapan tersangka dugaan korupsi ADD ini setelah Kejari Lasusua menerima hasil audit dan ekspose yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tenggara.

Selain telah adanya hasil audit BPKP yang akan menyatakan seberapa besar kerugian negara atas dugaan ADD fiktif, Kejari juga telah mengagendakan pemanggilan saksi kunci.

Kepala Kejari Lasusua, Andi Fachruddin SH MH mengatakan, setelah pihak penyidik memeriksa sembilan orang saksi ditemukan indikasi LPj fiktif. Namun, untuk menentukan seberapa besar kerugian negara, BPKP yang melakukan ekspose.

“Laporan Pertanggungjawaban   yang dibuat kepala desa lengkap, namun LPj tersebut kontra dengan laporan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang menyatakan banyak fiktif,” ungkap Facharuddin, Kamis (18/8).

Menurut dia, salah satu LPj yang diduga fiktif, yakni pembelian lahan kantor desa. Dalam LPj, Kades telah membeli sebidang tanah pembangunan kantor desa, namun oleh Ketua BPD LPJ itu fiktif.

Sampai saat ini, ujar dia, pihaknya belum memeriksa siapa penjual lahan tersebut. Karena itu, secepatnya dilakukan pemanggilan dan beberapa saksi kunci lainnya sebelum ditetapkan tersangkanya.

“Kasus Desa Koreiha kita masih butuh empat orang saksi untuk mendukung. Di samping itu BPKP juga melakukan pemeriksaan laporan lainnya seperti tentang adanya sewa alat pembukaan jalan. LPj Kades alat tersebut disewa, namun hasil pemeriksaan saksi alat berat itu tidak disewa,” ungkapnya.

Fachruddin menambahkan, selain Desa Koreiha yang sedang dilakukan pemeriksaan, Kejari juga telah melebarkan sayapnya pada desa-desa lain yang dilaporkan masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat(LSM). (k2/c)

 

To Top