Jaksa Diminta Selidiki Pembangunan Water Sport – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Diminta Selidiki Pembangunan Water Sport

Koordinator Intelijen Kejati Sultra, Baharuddin SH saat berdiskusi dengan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa terkait proyek pembangunan Water Sport Kendari. (Foto: Rudy/BKK)

Koordinator Intelijen Kejati Sultra, Baharuddin SH saat berdiskusi dengan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa terkait proyek pembangunan Water Sport Kendari. (Foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Pembangunan Water Sport di Teluk Kendari yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra diduga adanya indikasi korupsi terus menuai protes.

Kali ini, protes tersebut datangnya dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk segera mengusut tuntas terbengkalainya pembangunan Water Sport Teluk Kendari, Kamis (18/8).

Kordinator Aksi (Korlap) Wawan selaku ketua Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip, Wawan meminta pihak Kejati Sultra agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas (Kadis) karena diduga telah melakukan korupsi saat melakukan pembangunan Water Sport di Teluk Kendari.

“Kami meminta pihak Kejati Sultra agar segera mengusut kasus ini dan memeriksa Zainal Koedoes selaku Kadis Pariwisata dan ekonomi Kreatif karena dia merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam perkara ini,” teriak Wawan dalam orasinya.

Wawan bahkan mengancam, akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak jika pihak kejati mengindahkan tuntutannya.

Menyikapi hal tersebut, Kordinator Intelijen Kejati Sultra, Baharuddin SH memanggil perwakilan massa aksi untuk saling rapat dengar pendapat (hearing) di ruang Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Sultra. Dalam hearing tersebut, Baharuddin menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari massa aksi sebelumnya, tetapi kasus ini masih sementara dilakukan penyelidikan.

“Kasus ini masih sementara penyelidikan. Dan yang lakukan penyelidikan itu bukan kami tetapi pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari. Kalau mau mempertanyakan kasusnya sampai dimana silahkan ke-Kejari Kendari,” jelasnya Baharuddin.

Saat jurnalis Berita Kota Kendari (BKK) melakukan konfirmasi melalui selulernya atas dugaan kasus korupsi seperti yang dituduhkan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra, Zainal Koedoes tidak mengangkatnya.

Untuk diketahui, pembangunan Water Sport Kendari yang berlokasi di teluk Kota Kendari menggunakan anggaran APBN tahun 2015 tetapi hingga hari ini pembangunan belum rampung dan sudah melewati masa kontrak. Proyek multiyears tersebut melekat pada Dinas pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra yang dibangun pada awal tahun 2015 lalu dan sudah menghabiskan anggaran senilai Rp 3,4 miliar lebih dengan luas areal 1,4 hektare. (p5/c/lex)

To Top