Ibu Harmawati Masih Syok – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Ibu Harmawati Masih Syok

Keluarga dekat korban yang sangat kehilangan sosok Harmawati yang dinilai sangat baik dan ramah di Kelurahan Tinanggea Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konsel. (Foto: Marwan/BKK)

Keluarga dekat korban yang sangat kehilangan sosok Harmawati yang dinilai sangat baik dan ramah di Kelurahan Tinanggea Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konsel. (Foto: Marwan/BKK)

Andoolo, BKK – Keluarga Harmawati di Kelurahan Tinaggea merasa terpukul atas peristiwa ditemukannya Harmawati tewas terbunuh oleh oknum anggota polisi dari Polda Sulsel, Iptu Muli. Bahkan Ibu korban Siti Hasia masih syok dan belum sadarkan diri hingga Kamis (18/8).

“Kami keluarga sangat terpukul dengan kematian Harmawati dan membuat luka yang mendalam buat orang tua korban, demi menyekolahkan anaknya orang tuanya pernah bilang, rela hilangkan nyawa demi anaknya agar bisa selesai kuliah, begitu besar pengorbanan orang tuanya,” kata paman korban Rahman Rahim ditemui di rumah orang tua Harmawati Kamis (18/8).

Rahman mengungkapkan korban merupakan anak semata wayang dari pasangan (Alm) Anwar Dolka dan Siti Hasia(61) yang berharap anaknya bisa sukses dan nantinya bisa menjadi tumpuan dan harapan bagi keluarganya

“Kematian Harmawati membuat Harapan orang tuanya pupus sudah, ibu korban saat ini masi trauma dan masi terbaring tak sadarkan diri,” ujarnya.

Rahman menerangkan Harmawati merupakan anak yang baik, berjiwa sosial dan ramah dikalangan keluarganya.

“Kami keluarga sangat heran kenapa ada orang bersifat keji membunuh dia(harmawati) dan membuangnya begitu saja dan sempat ingin menghilangkan identitas korban untung saja foto korban masi ada didalam tas sehingga masi bisa dikenali,” katanya sambil mengeluarkan air mata.

Harmawati merupakan alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Konawe Selatan (Konsel), dan sempat kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Avicenna Kendari pada tahun 2012, kemudian pindah ke Stikes Syech Yusuf Gowa. Dia pindah ke Makassar atas permintaanya sendiri, bahkan pernah bekerja di Bosowa.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari=hari, ibunya mengharapkan penghasilan dari warung yang dimilikinya di depan rumahnya,” terang Rahman.

Rahman mengungkapkan komunikasi antara orang tua dengan korban terputus sejak Kamis malam (11/8).

Rahmawati, salah seorang keluarga korban, mengungkapkan sempat berkomunikasi melalui via BBM yang dimilikinya sebelum korban terbunuh.

“Hari Minggu (7/8) sempat saya BBM sama dia menanyakan kabar apakah baik-baik saja, dan saya sempat mengirimkan foto makanan yang saya buat kepadanya,” katanya Rahmawati yang merupakan tante korban.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Kapolsek Tinanggea, Iptu I Gusti K Sulastra saat dikonfirmasi mengatakan informasi terbunuhnya Rahmawati yang merupakan warga kelurahan Tinanggea baru diketahui dua hari yang lalu dari salasatu intel Polsek Tinanggea. Dia juga menjelaskan berdasarkan hasil sementara motif pembunuhan ditengarai persoalan asmara namun kasus tersebut masi dalam tahap pengembangan.

“Berdasarkan keterangan keluarga korban yang mendapatkan informasi sementara dari Polda Sulsel motif pembunuhan persoalan hubungan asmara antara Harmawati dan Iptu Muli. Ada juga yang mengatakan pacar korban lebih dari satu, tapi kita masih menunggu karena kasus itu masi didalami,” kata Iptu I Gusti K Sulastra.

I Gusti K Sulastra menerangkan Kejadian bermula saat Korban Harmawati berkeinginan untuk pulang ke Tinaggea melalui jalur veri Bone – Kolaka sehingga meminta kepada oknum polisi berinisial ML yang baru saja dikenalnya pada Sabtu (6/8) itu mengantarnya ke Bone dengan menggunakan kendaraan mobil. Saat di perjalanan korban cekcok dengan oknum polisi itu, dan disitulah terjadi pembunuhan.

Atas peristiwa ini keluarga meminta kepolisian agar menuntaskan kasus ini secara adil. “kami sebagai keluarga hanya bisa berharap agar pihak kepolisian tidak pandang bulu karena tersangka pembunuhan merupakan salah satu anggota kepolisian Polda Sulsel,” tegas Rahman.(K8/c/lex)

 

To Top