Diduga Dibunuh Karena Asmara – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Diduga Dibunuh Karena Asmara

Hatmawati (2)KENDARI, BKK – Paska penemuan mayat Harmawati (21), berhembus kabar bahwa korban dibunuh oleh kekasihnya sendiri, kematiannya disinyalir masalah hubungan asmara.

Masih kata dia, mengenai hubungan Harmawati dengan pasangannya, Harmawati tidak pernah cerita apapun terkait hubungannya dengan laki-laki tidak pernah bercerita pada keluarganya. Yang diketahui oleh keluarga Harmawati punya kekasihnya anggota Brigade Mobile (Brimob) di Makassar.

Dari keterangan laporan Polisi yang dihimpun, jenazah korban ditemukan pertama kali oleh Rustan (17) seorang petani di Desa Lappaboase yang sedang menggembalakan sapinya disekitar tempat kejadian penemuan jasad korban.

Kronologi bermula pada saat Rustan hendak pulang kerumahnya, namun dalam perjalanan pulang sapi-sapi miliknya berlarian karena dikagetkan oleh sesuatu. Saat itu juga Rustan mencium bau menyengat, ia pun penasaran hingga menelusuri asal bau tersebut. Alangkah kagetnya Rustan ketika ia mendapati sesosok jasad yang telah membusuk, baunya menyengat serta dipenuhi belatung dibalik tanaman tebu.

Tanpa banyak berpikir panjang, Rustan melaporkan hal tersebut kepada aparat Desa Setempat. Beberapa saat kemudian anggota Polisi dari Polsek Kajuara mendatangi tempat kejadian perkara dipimpin langsung oleh Kapolsek Kajuara AKP Muhammad Idris bersama anggota Reskrim, Intel dan Shabara untuk mengamankan TKP, memasang garis polisi (Police line), mengumpulkan saksi terkait serta koordinasi dengan unit identifikasi Polres Bone.

Kondisi jasad yang mengenakan sweater warna biru gelap dan menggunakan kaos hitam serta celana jeans hitam, kedaannya sangat mengenaskan. Ternyata penemuan mayat itu sudah tersebar di dunia maya, baik itu facebook, BBM.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tinanggea Iptu Gusti Komang Sulatra mengatakan, terkait penemuan jasad korban langsung koordinasi dengan keluarga korban paman, dan benar bahwa yang bersangkutan adalah keluarganya yang tinggal di Kelurahan Tinanggea.

Selain itu, keterangan dari Kepolisian dan pembenaran oleh keluarga korban juga diperkuat oleh keterangan petunjuk dari Biddokkes Dokpol Polda Sultra yang turut hadir di kediaman keluarga korban.

Berdasarkan koordinasi dengan Biddokkes Polda Sulawesi Selatan hasil pemeriksaan postmortem (data korban setelah mati) dari jasad tersebut melalui pemeriksaan primer yakni sidik jari dan data gigi serta identitas antemortem (data korban sebelum mati) di TKP dapat dipastikan tidak lain jasad tersebut adalah Harmawati.

“DNA ibu korban sudah diambil dan digabung dengan hasil Biddokkes dari Bone. Identifikasi sekunder jenazah sementara dari keterangan petunjuk di TKP jasad tersebut adalah Harmawati,” kata Dokter Forensik Biddokkes Polda Sultra Kompol dr. Mauluddin yang melakukan identifikasi dikediaman keluarga korban.

Informasi yang dihimpun penyebab kematian Harmawati kepada Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Konawe Selatan (Konsel) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendrik Widyana, yang sudah berkoordinasi sebelumnya dengan dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan informasi kematian Harmawati, ini berkaitan dengan hubungan asmara.

“Pelakunya adalah oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Bone, dan saat ini pelaku sudah menyerahkan diri,” terang Hendrik saat memberikan informasi pada beberapa awak Media, Rabu (17/8).

Jenazah Harma tiba dirumah duka, keluarahan Tinangge Kecamatan Tinanggea pada Rabu (17/8) sekitar pukul 20.00 Wita. menggunakan mobil Ambulance Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tendriawaru, Kabupaten Bone.

Setelah disholatkan, tepat pukul 20.30 Wita jenazah korban langsung diantar ketempat peristerahatan yang terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU), warga berdatangan dirumah duka dan mengantar jenazah, untuk dimakamkan. (p4/c/lex)

Click to comment
To Top