Anggota DPRD Muna Akan Dijemput Paksa – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Anggota DPRD Muna Akan Dijemput Paksa

Kayu yang berhasil diamankan Polda Sultra yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Muna Muh Yusuf. (foto: DOK BKK)

Kayu yang berhasil diamankan Polda Sultra yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Muna Muh Yusuf. (foto: DOK BKK)

KENDARI, BKK – Oknum anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Muna, Muhammad Yusuf SE, bakal dijemput paksa penyidik Tindak Pidana tertentu (Tipiter) kepolisian Daerah (Polda) Sultra. Yusuf ini sudah dilayangkan surat untuk kedua kalinya, namun dua kali juga tidak perna memenuhi panggilan.

Menurut Kasubbid PID Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan, pada panggilan pertama Yusuf belum bisa memenuhi, dengan alasan sedang menjalankan tugas sebagai anggota DPRD. Akan tetapi setelah dilayangkan panggilan kedua, Yusuf, tetap tak kunjug penuhi panggilan peyidik. Dan sampai saat ini keberadaan Yusuf masih dalam pencarian penyidik Diskrimsus Polda Sultra

“Sudah dicari di kantor dan di rumahnya tetap tidak ada, alasan istrinya, dia tidak tau pergi dimana,” kata Penyidik melalui Kasubbid PID Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh, Kamis (18//9)

Bahkan Yusuf ini katanya, sempat membalas panggilan penyidik pada bulan Desember 2015. Janjinya tanggal 7 dia akan datang, dia juga sempat melayangkan surat kepada Diskrimsus padahal apa dia tidak penuhi kembali janjinya.

“Penyidik yang berwenang telah mengantongi izin dari Gubernur Sultra untuk melakukan penjeputan secara paksa kepada Yusuf ini,” terangnya.

Lanjutnya, pemanggilan Yusuf tersebut untuk mendalami fakta, dimana dia diduga turut serta bertanggung jawab atas dokumen Faktur Angkutan Kayu Olahan (FAKO) milik Laode Muhammada Falihi.

Dengan ketidakhadiran Yusuf ini, maka akan mengakibatkan pengiriman tahap satu berkas LM Falihi menjadi terhambat. Alasan penyidik harus melakukan pemeriksaan terhadap Yusuf ini, juga didasarkan pada permintaan jaksa untuk melengkapi berkas sebelum dilimpahkan pada kejaksaan. Dalam kasus ini terlebih dahulu penyidik menetapkan tersangka pada LM Falihi.

Kala itu, Tim Khusus (Timsus) Ditreskrimsus Polda Sultra berhasil mengamankan kayu lebih dari 250 meter kubik serta 3.425 batang kayu ilegal jenis rimba campuran berbentuk balok, milik LM Falihi . Yang ditangkap pada tujuh titik berbeda yang terletak di tiga daerah berbeda. Yakni di Kota Baubau, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Buton Utara (Butur).

Kayu yang ditangkap tersebut, diduga tidak memiliki kelengkapan dokumen dan diolah dari kawasan hutan lindung. Yang direncanakan akan dijual di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Jika terbukti melakukan penyelundupan ilegalmaka dijerat pasal 83 ayat (1) jo pasal 12 ayat (1) huruf d Undang-Undang RI Nnomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemeberantasan Perusakan Hutan. Pasal ini mengandung ancaman pidana paling lama lima tahun penjara. (p4/c/lex)

Click to comment
To Top