Sempat Bendera Tak Berkembang – Berita Kota Kendari
Headline

Sempat Bendera Tak Berkembang

Suasana upacara bendera memperingati detik-detik HUT Kemerdekaan yang berlangsung di Pulau Bokori, Rabu (17/8). (Foto: Rajab/BKK)Suasana upacara bendera memperingati detik-detik HUT Kemerdekaan yang berlangsung di Pulau Bokori, Rabu (17/8). (Foto: Rajab/BKK)

Suasana upacara bendera memperingati detik-detik HUT Kemerdekaan yang berlangsung di Pulau Bokori, Rabu (17/8). (Foto: Rajab/BKK)Suasana upacara bendera memperingati detik-detik HUT Kemerdekaan yang berlangsung di Pulau Bokori, Rabu (17/8). (Foto: Rajab/BKK)

KENDARI, BKK – Upacara detik-detik peringatan Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) Ke -71 Kemerdekaan RI yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Pulau Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Rabu (17/8) pagi diwarnai dengan insiden tidak berkembangnya bendera merah putih saat dinaikan.

Saat anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) khususnya tim pengerek bendera saat menarik tali menaikan bendera, ternyata bendera tidak berkembang, sehingga sulit dinaikan. Akibatnya, walaupun lagu kebangsaan sudah berakhir bendera masih terus dikerek, perbedaannya sekitar satu menit.

Walaupun ada insiden tersebut namun tidak mengurangi kemeriahan pelaksanaan upacara yang baru pertama kalinya di dilaksanakan di pulau jauh dari ibu kota Provinsi Sultra, Kendari.

Bertindak sebagai inspektur upacara Gubernur Sultra Nur Alam, komandan upacara Mayor Norman Syahreda yang merupakan Danyon 725 Woroagi, Komandan Paskibraka Lettu CPM M Harlan Pariyatman jabatan komandan sub Denpom VII/5.2 Baubau.

Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI oleh Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh. Seluruh PNS lingkup pemprov hadir dalam upacara di destinasi Wisata Maritim andalan Sultra tersebut.

Soal insiden bendera yang tidak berkembang, Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda (Dispora) Sultra, Tasman Taewa, menjelaskan, terjadi akibat kencang angin dan juga masalah tehnis dari kelengkapan upacara.

“Kejadian tadi itu akibat kencang angin, dan juga tehnis yakni tali keluar dari katrol yangada pada tiang bendera tersebut, ” ungkapnya.

Tasman melanjutkan untuk masalah latihan dari Paskibra sudah mencapai puncaknya dan tidak ada masalah, jadi penyebab dari tertinggal dari lagu itu adalah tehnis dan bukan karena latihan.

“Tidak ada masalah dalam latihan, cuman hanya karena masalah tehnis sehingga bendera yang dinaikan ini tertinggal dari lagu, ” tegasnya.

Gubernur Sultra H Nur Alam mengaku puas atas pelaksanaan peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Pulau Bokori.

“Mantap kan, meriah kan,” ujar Nur Alam kepada pers ditemui saat tiba di Pelabuhan Bokori.

Menurut Nur Alam senagaja peringatan HUT Kemerdekaan tahun dilaksanakan di Pulau Bokori agar terus mempromosikan pulau ini sebagai destinasi wisata andalan bagi Sultra.

Peringatan HUT Kemerdekaan di Pulau Bokori berlangsung meriah. Ribuan orang terdiri PNS lingkup Pemprov, pelajar anggota TNI/Polri hadir mengikuti upacara.

Pantauan jurnalis koran ini banyak diantara memanfaatkan momen itu melakukan selfi bareng di tepi pantai.

Suasana makin meriah dengan adanya kapal dan pperahu hias dari seluruh SKPD yang memadati pantai dan sekitar pelabuhan Pulau Bokori.

Sejumlah pejabat ikut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Wagub Sultra Saleh Lasata, Anggota DPR RI Tina Nur Alam, Kapolda Sultra Brigjen Agung Sabar Santoso, Danrem 143 Halo Oleh Kolonel Inf Immanuel Ginting, Danlanal Kendari, Danlanud Haluoleo, Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra Joko Susilo.

Pada sore harinya sekitar pukul 17.30 Pemprov kembali mengelar upacara penurunan bendera. Sengaja dilakukan agak sedikit molor, karena jika dilakukan pukul 16.00 Wita matahari masih terik.(p7/b/lex)

Click to comment
To Top