Beranda

Kontrak Selesai, Masih Butuh Anggaran Rp 1 miliar

Wali Kota Kendari Asrun (baju kotak-kotak) nampak meninjau pembangunan Pasar Baru beberapa waktu laluKENDARI, BKK- Pembangunan Pasar Baru yang dikabarkan telah usai berdasarkan kontrak, ternyata belum tuntas. Bahkan masih butuh tambahan anggaran Rp 1 miliar, untuk menambah nilai estetika bangunan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (PPTK) Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Kendari Haris ditemui dilokasi pembangunan pasar, Rabu (17/8), mengungkapkan anggaran Rp 1 miliar itu rencanaya akan diusulkan di APBD perubahan 2016. Penggunaannya adalah untuk pengadaan alumunium komposit panel (alkapon).

“Alkapon kita masih kurang sekitar 1000 meter persegi bagian belakang bangunan. Untuk itu di perubahan anggaran nanti kita telah mengusulkan penambahan anggarannya sebesar Rp 1 miliar,” terangnya.

Ia melanjutkan, alkapon merupakan bahan bangunan yang berfungsi sebagai pelapis bagian bangunan yang bisa mempercantik fisik bangunan. Pengadaannya untuk menambah nilai estetika bangunan, sehingga terlihat cantik dan hidup.

“Pengadaan alkapon ini penting, karena target kita Pasar Baru itu akan berbeda dengan pasar lainnya dilihat dari segi keindahan bangunannya, sehingga bisa memiliki daya tarik tersendiri untuk pengunjung,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, kondisi Pasar Baru saat ini telah siap pakai dari segi fisik bangunan dan memungkinkan proses jual beli sudah dapat berlangsung. Tetapi untuk totalitasnya masih membutuhkan sentuhan alkapon.

“Pasar Baru itu sudah usai pengerjaan fisiknya dan tepat waktu sesuai kontrak. Jadi kalau proses jual beli sebenarnya sudah bisa dilakukan hanya saja kalau mauh digunakan sekarang masih kurang cantik,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Kendari Subhan mengatakan, siap memenuhi pengusulan kebutuhan tambahan anggaran untuk perampungan Pasar Baru tersebut. Pasalnya, jika tidak diselesaikan maka akan sangat disayangkan anggaran yang telah keluar sebelumnya.

“Kalau pengerjaan pasar tersebut tidak rampung secara keseluruhan, maka anggaran yang sebelumnya sangat disayangkan. Apalagi untuk penambahannya tidak membutuhkan anggaran yang terlalu besar,” ujarnya.(m2/b/nur)