Kongkalingkong Produksi Emas, Tujuh Orang Sudah Diperiksa – Berita Kota Kendari
Headline

Kongkalingkong Produksi Emas, Tujuh Orang Sudah Diperiksa

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi-saksi yang diduga mengetahui kasus manipulasi data hasil priduksi emas di PT Panca Logam Makmur (PLM) Kabupaten Bombana.

Sejauh ini, pihak Kejati Sultra telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi yakni termaksud staf keuangan yang bekerja di perusahaan tambang emas tersebut, tetapi pihak Kejati Sultra belum menetapkan seorang tersangka.

Saksi-saksi tersebut adalah mantan Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bombana, Syahrul, Kabid Perizinan ESDM Bombana, Ardi Kepala Dinas (Kadis) ESDM Bombana, Muh Yusuf Lara termaksud Kadis ESDM Sultra, Burhanudin ikut diperiksa jaksa. Sementara staf keuangan yang diperiksa yakni berinisial Ri selaku pengelola keuangan, Kasir berinisial Mj dan staf kasir di PLM berinisial Wi.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Janes Mamangkey SH membenarkan telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi namun belum ada penetapan tersangka.

“Belum ditemukan siapa-siapa saja tersangkanya. Mungkin setelah adanya gelar perkara baru kita ketahui ada tersangkanya,” kata Janes saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (16/8).

Saat dikonfirmasi mengenai kapan pihaknya melakukan gelar perkara, Janes menuturkan, sebelumnya pernah melakukan pada saat menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sudah pernah dilakukan tetapi tidak menuntut kemungkinan akan digelar lagi dalam menetapkan tersangka nantinya,” tutur Janes.

Lanjutnya, Janes menduga adanya data yang disembunyikan baik dari pihak PT PLM maupun saksi-saksi yang telah diperiksa. Sehingga menghambat dalam menetapkan tersangka.

“Masih ada bukti-bukti tambahan yang kami butuhkan. Ada dugaan mereka menyembunyikan data yang kami butuhkan tersebut,” ucapnya.

Ia menambahkan, tidak menuntut kemungkinan pihaknya akan menambah pemeriksaan terhadap saksi terutama pimpinan PT PLM.

“Kalau memang dibutuhkan pasti kami akan kembali memeriksa saksi terutama diinternal PT PLM,” tambah Janes.

Dikonfirmasi mengenai apakah pihak Kajati Sultra akan melibatkan lembaga auditor dalam menghitung jumlah kerugian negara secara pasti, Janes enggan melakukannya. Pasalnya kerugian negara dapat diketahui dari hasil tunggakan royalti yang dilaporkan.

“Kan sudah ada perhitungannya dari hasil tunggakan royalti yang dilaporkan di Dinas ESDM Bombana. Dari itu kita sudah bisa ketahui secara pasti berapa kerugian negara yang yang tidal dibayarkan pihak PT PLM,” ujarnya.

Diketahui, PT PLM telah melakukan penyimpangan hukum dengan dua modua sekaligus. Pada tahun 2010 sampai 2011, pihak perusahaan tambang emas yang berada di Kabupaten Bombana tersebut melakukan pemalsuan data hasil produksi emas sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 9 miliar. Sementara untuk ditahun 2012 sampai 2015 PT PLM sama sekali tidak menyetorkan royalti ke kas negara sejumlah Rp 12 miliar. (p5/b/lex).

Click to comment
To Top