Budaya Asing Masuk Bentuk Penjajahan di Era Modernisasi – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Budaya Asing Masuk Bentuk Penjajahan di Era Modernisasi

Suasana upacara peringatan HUT RI di Unaaha. (Irman/BKK)

Suasana upacara peringatan HUT RI di Unaaha. (Irman/BKK)

Unaaha, BKK – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daearh (DPRD) Kabupaten Konawe, Gusli Topan Sabara menilai, perayaan HUT ke-71 RI ini harus menjadi bahan renungan atau refleksi anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Pasalnya, secara fisik negara ini sudah bebas dari penjajahan, namun sebenarnya ada bentuk penjajahan lebih sadis yakni penjajahan budaya yang menyerang karakter bangsa itu sendiri.

“Budaya asing ini mulai masuk menyerang budaya kita. Jika terus dibiarkan, maka akan ada saatnya bangsa kita ini akan kebarat-baratan melebihi orang barat yang sebenarnya, ” paparnya saat ditemui diruang kerjanya usai menggelar rapat paripurna dalam rangka HUT RI ke-71, kemarin.

Contohnya di Kabupaten Konawe, lanjut ia, tradisi tarian lulo mulai ditinggalkan dengan membiasakan menggelar disc jockey (DJ). Hal ini jelas merupakan bentuk degradasi budaya yang seakan tradisi leluhur yang sejak dahulu menjadi karakter daerah ini ingin ditinggalkan masyarakat lokal.

Menurut dia, hal ini tidak bisa dibiarkan sebagai bagian dari penyelenggara negara di tingkat daerah, DPRD harus mengintervensi dengan membuat regulasi melarang DJ di lingkungan masyarakat.

“Belajar dari China dan Korea. Negaranya maju karena memiliki karakter budaya yang kuat dan jiwa kebangsaan. Sehingga intervensi budaya asing susah menembus masuk,” katanya.

Selain isu budaya, juga isu primordial. Menurutnya, bangsa ini adalah bangsa yang besar. Perbedaan suku dan budaya tidak harus menjadi isu pepercahan atau sekat. Misalnya pribumi dan nonpribumi.

Di Kabupaten Konawe juga terdapat beberapa suku bangsa yang sampai saat ini terus terpelihara kerukunannya. “Jangan mudah terprovokasi. Dalam mengisi kemerdekaan ini kita harus menunjukan jiwa persatuan. Sebagaimana yang ditunjukkan para perintis dalam merebut kemerdekaan ini,” tuturnya.

Kemudian menghormati para pejuang kemedekaan, misalnya para anggota legiun veteran. Sebagai bentuk penghargaan pemerintah kabupaten terus mengupayakan kesejahteraan ekonomi keluarga veteran di Kabupaten Konawe. (cr4/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top