Adik Rektor UHO Maju Pilbup Mubar, Konstalasi Politik Berubah ? – Berita Kota Kendari
Suksesi

Adik Rektor UHO Maju Pilbup Mubar, Konstalasi Politik Berubah ?

Madiyusuf Rianse--foto berita adik rektor...KENDARI, BKK- Konstalasi politik Kabupaten Muna Barat (Mubar) jelang pemilihan bupati (pilbup) 2017 bisa jadi akan berubah. Hal itu terkait tampilnya Madiyusuf Rianse sebagai bakal calon (Balon) bupati, yang tak lain adalah adik Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Usman Rianse.

Berdasarkan kajian Ketua Suluh Institute yang bergerak pada bidang survei, Sayhrul Ramadhan ditemui wartawan media ini, Rabu (17/8), menjelaskan bahwa perubahan peta politik Mubar sudah pasti terjadi, sebab penerimaan masyarakat terhadap Madiyusuf cukup kuat bila dibandingkan balon lainnya.

“Alasan sederhanya adalah calon ini tidak memiliki cacat sekalipun yang juga ditunjang dengan basis keluarga besarnya dan tersebar diseluruh wilayah Mubar,” ujarnya.

Kajian lainnya, lanjut dia, berdasarkan latar belakang tokoh yang siap mandukungnya seperti Usman Rianse dan Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati. Keduanya merupakan tokoh pemilik elektabilitas tinggi di Mubar.

“Memiliki posisi sebagai adik kedua Rektor UHO dan bersatus sepupu dengan Habil Marati membuatnya tidak akan kesulitan mendapatkan basis masa diluar keluarganya sendiri,” terang pemilik sapaan Arul ini.

Ia menegaskan, untuk perolehan kursi sendiri agar bisa maju tarung Madiyusuf Rianse telah dijamin dan dipastikan PPP siap memback upnya mendapatkan partai kualisi lain.

“Yang dorong dia untuk maju itu Usman dan Habil dengan persiapan matang, baik itu partai atau kebutuhan finansial lain dalam pertarungan pilbup nanti,” jelasnya.

Sementara itu, kabar majunya Madiyusuf Rianse ini bukan lagi sekedar isu. Hal ini dipastikan dengan akan segera dilakukannya pemasangan baliho oleh tim-timnya yang telah lama terbentuk.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan lakukan pemasangan baliho untuk memperkenalkan calon baru yang siap memimpin Mubar,” kata Iksan selaku Ketua Tim Pemenang Madiyusuf Rianse, yang ditemui terpisah.

Ditanya terkait, keterlambatan pengenalan balon, pemilik sapaan akrab Oslet ini menjelaskan, jika pengenalam balon terlalu cepat dengan latar belakang Madiyusuf seperti ini maka akan mudah untuk dipatahkan pergerakannya.

“Kita sengaja tampil belakangan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tampilnya kita diwaktu seperti ini akan membuat para balon lain yang telah tergaung namanya akan kelabakan untuk mengantsipasi gerakan bawah tanah yang sudah kita siapkan, ini merupakan startegi kami,” pungkasnya.(m2/c/nur)

To Top