Lapas Tak Tahu Ada Napi Kendalikan Narkoba – Berita Kota Kendari
Headline

Lapas Tak Tahu Ada Napi Kendalikan Narkoba

KENDARI, BKK – Pengakuan salah seorang kurir narkoba yang dibekuk Polsek Mandonga bahwa ada narapidana yang mengontrol peredaran narkotika dari dalam penjara, membuat pihak Lapas Klas IIA Kendari meradang.
Pihak Lembaga Pemasyarakatan pun membantah ada narapidananya yang tetap punya aktivitas haram di dalam sel. Lebih jauh, pihak Lapas bahkan belum pernah menerima informasi tersebut dari pihak kepolisian.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Lapas Kelas II A Kendari, Herianto mengatakan hal itu. “Kami belum tahu. Belum ada Informasi dari pihak kepolisian mengenai hal tersebut,” kata Herianto, Senin (15/8).
Herianto mengaku mengetahui informasi adanya kurir narkoba yang tertangkap saat operasi cipta kondisi di Jl Syech Yusuf, beberapa waktu lalu, melalui pemberitaan media. Belakangan, informasi yang beredar, polisi berhasil mengembangkan kasus itu dan menangkap lagi satu kurir.
Sehingga sudah ada dua kurir narkoba jenis sabusabu yang tertangkap, yakni OS (21) dan AA (23). Dari pengakuan keduanya, mereka adalah suruhan penghuni Lapas Kendari bernama Koni.
Herianto pun mengakui ada penghuni Lapas yang disapa Koni. Nama panjangnya adalah Markoni. Namun dia khawatir kedua kurir itu asal sebut nama.
“Kalau warga binaan penghuni Lapas Kendari yang bernama Koni atau lebih dikenal dengan Markoni itu memang betul. Tapi jangan sampai yang ditangkap itu hanya asal sebut saja,” tututnya.
Saat disinggung apakah Lapas Kendari siap jika kepolisian melakukan razia dan penyelidikan di Lapas, Herianto menyatakan pihaknya siap. Bahkan mereka akan bekerja sama jika memang itu akan dilakukan kepolisian.
“Masalahnya sampai sekarang belum ada konfirmasi dari kepolisian. Yang jelas kapanpun kami selalu siap kalau memang akan dilakukan dari pihak kepolsian,” ungkapnya.
Jika memang terbukti betul ada bandar yang mengendalikan narkoba dari dalam Lapas, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas. Seperti pencabutan remisi bagi pelakunya.
“Kami berharap pihak kepolisian tidak mengupas kasus ini setengah-setengah, sampai ke akar-akarnya kalau bisa. Biar semua jelas. Kalau memang terbukti, maka kami akan memberi hukuman kepada orang tersebut,” tegasnya. (p5/b/aha)

To Top