Beranda

Lampu Padam, PLN Tuding Akibat Warga Marak Tebang Pohon

KENDARI, BKK- Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Kendari, menuding maraknya pemangkasan dan penebangan pohon yang dilakukan warga menjadi penyebab seringnya padam lampu di Kota Kendari. Rebahan pohon mengenai sejumlah kabel listrik hingga berdampak pada kerusakan jaringan.

Hal itupun membuat pihak PLN Area Kendari menghimbau warga untuk terlebih dahulu melapor sebelum melakukan penebangan pohon. Dengan demikian, dapat dilakukan antisipasi terlebih dahulu, agar jaringan listrik tidak terganggu yang mengakibatkan terjadinya pemadaman lampu.

“Untuk menghindari pemadaman listrik yang sekarang banyak diakibatkan karena rebahan pohon, kami berharap masyarakat mau bekerja sama dalam hal ini, sehingga sebelum melakukan penebangan berkoordinasi dulu dengan kami,” ujar Manager PLN Area Kendari Abdul Maula saat ditemui di ruangannya, Senin (15/8).

Ia melanjutkan, masyarakat yang melapor saat akan melakukan penebangan pohon tidak akan dikenakan biaya apapun oleh pihak PLN. Pasalnya hal itu hanyalah sebagai kerja sama yang dibangun untuk kenyaman bersama, juga menghindarkan PLN dari kerugian yang lebih besar.

“Kita tidak akan pungut biaya, kita hanya membantu masyarakat mengamankan kabel listrik yang bisa terkena dampak dari penebangan pohon. Hal itu guna mengantisipasih kerugian bersama, dimana masyarakat akan merasakan pemadaman dan kita rugi karena harus memperbaiki,” jelasnya.

Iapun menguraikan, untuk pemadaman yang terjadi, Minggu (14/8), itu diakibatkan penebangan pohon yang memutuskan jaringan listrik pembangkit PLTU Nii Tanasa dan PLN Sektor Wua-Wua. Ini juga membuat ketersediaan listrik Kota Kendari minus 12 Mega Wat (MW).

“Kita sudah perbaiki jaringan listrik yang memutuskan PLN sektor dengan pembangkit PLTU Nii Tanasa. Sekarang semua sudah aman terkendali kembali,” pungkasnya.

Semenatra itu, aksi pemadaman PLN kemarin (Minggu-red) yang tidak diketahui penyebabnya oleh masyarakat mendapatkan kritikan tajam.

Rajab aktifis pergerakan internal kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mengatakan, ada mekanisme yang selalu dilupakan pihak PLN ketika akan melakukan pemadaman, yakni memberikan informasi kepada masyarakat. Padahal akan berdampak pada kerusakan barang-barang elektronik milik warga.

“PLN ini selalunya kalau mau lakukan pemadaman langsung main padam-padam saja, padahal aturannya harus diinformasikan dulu ke masyarakat, sehingga tidak ada alat listrik masyarakat yang rusak nanti akibat mati-padam,” tukasnya.(m2/b/nur)

To Top