Headline

Dua Calon Haji Wafat

Hj Wa Masi

Hj Wa Masi

KENDARI, BKK – Jumlah Jamaah Calon Haji Sultra dipastikan berkurang empat orang, dari 1.335 menjadi 1.331 orang.

Berkurangnya jumlah tetamu Allah Swt lantaran adanya calon haji yang meninggal serta sakit sehingga tidak bisa berangkat. Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kementerian Agama Sultra, Hj Wa Masi mengatakan, calon haji yang meninggal dunia sebanyak dua orang dan yang sakit keras juga dua orang.
“Yang dua meninggal dan dua batal kita berangkatkan karena sakitnya yang tidak memungkinkan (menjalani ibadah haji). Jadi kita kurang empat orang,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/8).
Jamaah yang meninggal dunia dari kloter 19. Satu dari Kabupaten Muna dan satu orang lagi dari Kabupaten Konawe. Sementara jamaah yang sakit masing-masing berasal dari Kota Kendari dan Konawe Selatan.

“Secara keseluruhan administrasi kepengurusan jamaah haji ketika mereka (meninggal dan sakit), kepengurusan saat akan berangkat haji itu dikembalikan kepada masing-masing keluarga,” tambah Wa Masi
Meski demikian, ahli waris atau keluarga jamaah yang sakit tidak bisa menggantikan posisi mereka. Pasalnya, paspor dan visa para jamaah haji secara keseluruhan telah rampung.
“Tidak bisa digantikan lagi karena kepengurusan paspor dan visa sudah selesai secara keseluruhan. Kecuali diulang lagi pengurusannya. Sementara keberangkatan jamaah haji itu tanggal 19 Agustus, sudah mulai terbang,” jelasnya.
Di luar itu, Wa Masi meyakini keberangkatan CJH tanpa ada hambatan. Pasalnya, pihaknya telah merampungkan dokumen-dokumen dan perlengkapan JCH Sultra. Termasuk aksesoris penanda khusus agar JCH tidak sampai tersesat di tanah suci.
“Dalam mengantisipasi kesasarnya JCH, kami telah menyiapkan tanda berupa gelang khusus yang disiapkan dari pemerinta pusat,” ujarnya.
Wa Masi juga menghimbau kepada para JCH untuk tidak membawa barang bawaan secara berlebihan. Pengalaman-pengalaman sebelumnya, mereka yang membawa banyak barang seringkali kesulitan dan kerepotan sendiri saat berada di tanah suci.
“Bawaannya jangan terlalu banyak. Kalau persoalan makanan, terutama yang dari daerah, tetap boleh asal harus dikemas dengan cara yang bagus dan rapi. Kalau benda tajam, jangan coba-coba bawa karena itu dilarang. Juga jimatnya, jangan dibawa,” pungkasnya. (p5/b/aha)

Untuk keseluruhan jumlah jamaa haji 1335 se-Sultra memang ada yang berkurang tetapi meraka itu telah jadi pspor dan visanya
yang berkurang itu ada yang meninggal dan ada yang sakit dan ada yang mengundurkan diri sehingga dibatalkan keberangkatannya.
yang berkurag ada empat orang

Konawe muna dan kendari tang ditunda keberangkatan karena meninggal dan konsel batal krna sakit dan tidak mngkin lagi digantikan sehingga tidak masuk dalam manivest
Ada gelang khusus dan lebih bagus dari tahun ini ketimbang tahun kemarin. Itu disiapkan lngsung dari pusat
Jika meninggal dimekah maka akan dikebumikan disana
Pakean ihram dan pakean hanya 3 pasang.
Kalau persoalan makanan boleh asal dikemas dengan cara yang bagus dan rapi.
Benda tajam seperti gunting dan sulet tidak boleh dan tidak boleh membawa obat2n terlalu bnyak dan jng pernah membawa jimat
Muna dan butur yang menggunakan asrama haji dan fasilitas sdah disiapkan dan kesehatan pelabuhan sdah mnyemprot dari semua s

To Top