DPRD Usulkan Jam Malam, Kapolres Bilang Tak Perlu – Berita Kota Kendari
Headline

DPRD Usulkan Jam Malam, Kapolres Bilang Tak Perlu

RAHA, BKK – Maraknya kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Muna akhir-akhir ini, memicu kekhawatiran DPRD Muna. Mereka pun mengusulkan diberlakukannya jam malam khususnya di Kota Raha, demi mengantisipasi terjadinya kebakaran lainnya.
Usulan pemberlakuan jam malam disampaikan Wakil Ketua DPRD Muna, Muhammad Arwin Kadaka. Arwin prihatin dengan fenomena kebakaran yang sangat sering terjadi. Terlebih, kebakaran belakangan ini menyasar aset pemerintah, dalam hal ini, kantor Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja serta Dinas Sosial Kabupaten Muna.
“Biar mau tidur, masyarakat Muna kini tidak bisa tenang. Orang ketakutan. Jangan-jangan, rumah mereka juga ikut terbakar. Saya usulkan agar di Muna ini diberlakukan jam malam saja. Batas sampai jam 12 malam (pukul 00.00). Lewat dari itu, jika ada aktivitas warga, ditangkap saja,” kata politikus Partai Gerindra ini, Senin (15/8).
Arwin sendiri tidak menyalahkan pihak kepolisian atas banyaknya kejadian kebakaran yang terjadi. Menurut dia, pihak kepolisian bisa memproses jika sudah ada laporan yang masuk.
“Jangan salahkan pihak kepolisian atas maraknya kebakaran yang terjadi di Muna saat ini. Masa polisi yang harus jaga kantor pemerintah atau rumah masyarakat. Kantor-kantor pemerintah itu, tugasnya Satuan Polisi Pamong Praja yang jaga. Belum lagi sekitar 100 orang  Pamong Praja yang sudah PNS.  Jaga itu kantor kantor pemerintah setiap malam,” kata Arwin.
Anggota DPRD Muna, La Sali mengatakan, kebakaran di Muna bisa diatasi jika ratusan Satpol PP, bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menyebutkan, tugas dan fungsi Satpol PP tertuang dalam  PP nomor  10 tahun 2010 yang bertugas mengamankan perda, penyelenggaraan ketertiban umum dan sosial.
“Pada pasal 6 PP nomor  10 tahun 2010 juga memuat tugas Satpol PP yaitu menindak warga, aparatur dan badan hukum, yang mengganggu ketertiban umum dan masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SIK menolak jika diberlakukan jam malam. “Untuk  kejadian kebakaran yang sudah ada LP, masih terus kita tindak lanjuti kasusnya. Artinya tetap proses berjalan. Untuk  pemberlakuan jam malam saya rasa tidak perlu,” katanya.
Menurut Kapolres, kendati kebakaran banyak dilaporkan terjadi, situasi Kota Raha pada umumnya dikategorikan aman. Karena itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Untuk menjaga keamanan, Polres Muna sudah meningkatkan patroli tengah malam, terutama menjelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih, serta momentum HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2016.
Dari catatan Berita Kota Kendari, sejak Januari 2016, sedikitnya sudah terjadi 12 kasus kebakaran di Kabupaten Muna. Kepolisian sendiri mengakui pemicu kebakaran bukanlah karena korsleting seperti yang umum terjadi. Kebakaran didominasi kesengajaan oknum tertentu alias dibakar.
Kasus pembakaran diantaranya kasus kebakaran mobil Honda Jazz milik Kodus Maharom, kasus terbakarnya Rumah La Pamili berikut 6 rumah lainnya termasuk ruko. kasus terbakarnya mobil Honda Mobilio milik Jamsir Zibuka, kebakaran gudang penyimpanan bantuan di Dinas Perikanan, kebakaran ruang tamu Kadishub, kebakaran rumah Lurah Raha 1, serta pelemparan bom molotov ke rumah Syamsul Bahri yang nyaris menimbulkan kebakaran.
Setelah itu, ada lagi kebakaran kantor gudang obat-obatan (farmasi), kebakaran basecamp milik komisioner KPU Muna Andi Arwin dan rumah Ketua KPU Muna Muh Amin Rambega. Dan yang terbaru, kebakaran di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Sosial Kabupaten Muna.
Meski objek-objek tersebut diduga kuat dibakar, namun sejauh ini Polres Muna belum menangkap satu orang pun yang terlibat. Kasus ini masih dalam penyelidikan. (cr1/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top