Kasuistika

Bandar Narkoba Dituntut 20 Tahun Penjara

MANSIRAL/BKK Andi Fachruddin

MANSIRAL/BKK
Andi Fachruddin

LASUSUA, BKK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lasusua menunjukkan komitmennya dalam perang terhadap narkoba dengan menuntut para pelakunya dengan hukuman yang sangat berat. Tak tanggung-tanggung, para pelaku yang tertangkap, terutama bandar, akan dituntut dengan hukuman 20 tahun penjara.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kolut, Andi Fachruddin SH SM, menegaskan, hingga pertengahan Agustus 2016 ini pihaknya telah menerima 14 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus narkoba dari pihak kepolisian. Dari 14 kasus narkoba, sebagian besar sudah dinaikkan ke tahap penuntutan dan vonis.
“Narkoba merupakan kasus yang paling banyak maju di meja hijau dan 2016 ini, yakni narkoba dengan jumlah 14 kasus, perkara atau kekerasan pada anak ada tujuh kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ada empat kasus sedangkan untuk korupsi (tipikor) ada 5 kasus, dan masih ada beberapa kasus lainnya yang saat ini masih tahap peyidikan,” jelas Fachruddin, di ruang kerjanya, Senin (15/8).
Diungkapkannya, salah satu kasus narkoba yang ditangani Kejari Lasusua yang telah dinaikkan ke tahap penuntutan tahun ini yakni penangkapan bandar sabu oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, di Desa Latawaro, Kecamatan Lambai. Tersangka berinisial JY dan JW dengan Barang Bukti (BB) sebanyak 36 paket sabu.
“Kita komitmen melakukan perang dengan para pelaku narkoba dengan menuntut tersangka 20 tahun penjara. Tuntutan ini agar dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk menjauhi narkoba. Di samping itu, tersangka juga terlibat dalam kasus lain, yakni kepemilikan senjata api rakitan yang diajukan dalam berkas terpisah. Jadi proses sidang kasus narkobanya saat ini tinggal menunggu vonis hakim,” katanya.
Fachruddin menambahkan, penegakan hukum kasus narkoba juga mendapat perhatian khusus dari pihak Kejari mengingat jumlah kasus narkoba di Kolut dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan. “Ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama agar kasus narkoba ini tidak terus meningkat, mengingat letak geografis daerah kita ini merupakan salah satu pintu masuk wilayah Sultra, sehingga sangat rentan disusupi narkoba. Generasi muda bangsa tidak semakin banyak yang menjadi korban narkoba,” harapnya. (k2/c/aha)

To Top