Kejati Turunkan Tim ke Lokasi Proyek – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kejati Turunkan Tim ke Lokasi Proyek

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan pompa air pada perusahaan daerah air minum (PDAM) Kota Baubau.
Saat ini pihak Kejati Sultra telah membentuk tim dan telah turun ke lokasi proyek tersebut untuk meninjau langsung fisik pompa air yang sudah dikerjakan pada tahun 2010 lalu. Dari peninjauan tersebut, penyidik menemukan sejumlah pipa pompa air yang disalurkan di rumah-rumah masyarakat ada yang sudah rusak.
Kepala Seksi penerangan Hukum dan Hubungan masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati, Janes Mamangkey SH mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk terjun kelapangan melakukan pemantauan atas proyek tersebut.
“Timnya telah melakukan pemantauan untuk meninjau langsung pengadaan pompa air di lokasi proyek tersebut,” kata Janes, Sabtu (13/8).
Ia menambahkan, dari hasil pemantauan tersebut, pihaknya menemukan ada beberapa pompa air yang tersalur ke rumah masyarakat telah rusak. Tetapi saat ini melakukan penyelidikan dan masih memerlukan keterangan ahli dalam melihat fisik pompa air tersebut.
“Kami sedang lakukan penyelidikan, apakah alat ini (pompa air) layak atau tidak dan masih dapat digunakan atau tidak. Karena kita tidak tidak terlalu paham tentang jenis pompa air dan pemanfaatannya,” tambah Janes.
Lanjutnya, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam kasus ini termaksud pihak PDAM Baubau sendiri.
“Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Tetapi masih sebatas memintai keterangan mereka saja,” ujar Janes.
Untuk diketahui, kasus ini tercuat setelah adanya hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Rebublik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Sultra yang mengatakan adanya penyelewengan hasil keuangan negara.
Kasus ini sebelumnya ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau pada beberapa tahun lalu, sayangnya setelah melakukan penyelidikan pihak Kejari Baubau menghentikan kasus ini dengan alasan tidak adanya temuan yang mengakibatkan merugikan keuangan negara, sehingga pihak Kejati Sultra kembali mengusut dan mengambil ahli kasus yang diduga ada indikasi kerugian negara tersebut. (p5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top